Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Midang Morge Siwe, Tradisi saat Lebaran Asal Kayuagung Sumsel

Mengenal Midang Morge Siwe, Tradisi saat Lebaran Asal Kayuagung Sumsel
Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kabupaten OKI menggelar tradisi Midang Morge Siwe sebagai simbol kebersamaan dan identitas masyarakat Kayuagung yang dilakukan saat perayaan Idulfitri.
  • Tradisi ini mempertemukan sembilan marga pembentuk Kayuagung melalui arak-arakan warga berpakaian adat, mempererat silaturahmi, serta mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda.
  • Midang Morge Siwe digelar pada hari ketiga dan keempat Idulfitri, menampilkan busana adat Mabang Handak dengan iringan musik tanjidor dan kini menjadi daya tarik wisata budaya Sumsel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Midang Morge Siwe. Sebuah tradisi yang erat kaitannya dengan perayaan Lebaran ini sebagai simbol kebersamaan, identitas, serta ajang silaturahmi masyarakat Kayuagung, OKI.

Midang berarti arak-arakan atau berjalan bersama, sedangkan Morge Siwe merujuk sembilan marga atau atau kelompok masyarakat.

"Warisan budaya tak benda itu bukan cuma tradisi, tapi bagian dari identitas sebuah daerah. Di Kayuagung, Midang Morge Siwe jadi bukti ini bukan sekedar arak-arakan tapi tentang kebersamaan, kehormatan, gotong royong, dan adat masih dijaga dengan bangga," ungkap Bupati OKI, Muchendi Mahzareski, Selasa (24/3/2026).

1. Berjalan menyusuri desa dengan memakai baju dan perhiasan yang bagus

Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)
Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)

Tradisi Midang Morge Siwe, menjadi ajang yang mempertemukan warga warga dari berbagai desa untuk berjalan bersama dalam satu iring-iringan besar dengan mengenakan pakaian adat khas.

Peserta Midang Morge Siwe biasanya terdiri pemuda-pemudi yang tampil dengan busana tradisional yang mencolok, lengkap dengan hiasan kepala dan aksesori khas daerah. Mereka berjalan menyusuri kampung atau pusat keramaian sambil disaksikan masyarakat.

"Kita sambut adat ini dengan kebanggaan karena sudah diakui pemerintah sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Kayuagung. Warga OKI yang pulang kampung bernostalgia untuk menyaksikan tradisi ini," jelasnya.

2. Tradisi ini menjadi pengingat sembilan marga pembentuk Kayuagung

Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)
Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)

Tak hanya sekedar seremoni, Midang Morge Siwe mengandung nilai-nilai sosial yang kuat, seperti mempererat hubungan antarmarga, memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda, serta menjaga keharmonisan masyarakat.

Tradisi ini juga kerap menjadi momen bagi orangtua untuk memperkenalkan anak-anak mereka kepada masyarakat, sehingga memperkuat ikatan sosial di lingkungan setempat.

"Tradisi ini merujuk pada sembilan marga atau dusun asli pembentuk wilayah Kayuagung, yakni Kayuagung asli , Perigi, Kutaraya, Kedaton, Jua-jua, Sidkersa, Mangunjaya, Paku dan Sukadana," jelasnya.

3. Digelar di hari ketiga dan keempat Lebaran

Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)
Arak-arakan Tradisi Hari Raya Midang Morge Siwe Asal OKI Sumsel (Dok: Pemkab OKI)

Midang Morge Siwe tidak lagi sekadar tradisi lokal, sekaligus sebagai daya tarik wisata budaya Sumatera Selatan. Keunikan busana, semarak arak-arakan, serta nuansa kebersamaan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Pemerintah daerah pun terus mendukung pelestarian tradisi ini melalui berbagai agenda budaya agar tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Dalam pelaksanaannya, para muda-mudi yang terlibat mengenakan busana adat perkawinan (Mabang Handak) sambil berkeliling kota, terutama di sepanjang Sungai Komering. Mereka berjalan diiringi musik tradisional tanjidor. Tradisi ini umumnya digelar pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More