Arus Balik Lebaran, Polda Sumsel: Pergerakan Penumpang Meningkat

- Polda Sumsel mencatat sekitar 270 ribu penumpang mudik melalui berbagai moda transportasi, dengan lonjakan signifikan terjadi sejak H+1 Lebaran di sejumlah titik keberangkatan.
- Arus balik mulai terlihat dari meningkatnya kendaraan keluar Sumsel, terutama di Tol Palembang-Indralaya dan Tol Betung-Jambi, sehingga pengaturan lalu lintas disiapkan di titik rawan macet.
- Polda Sumsel menyiagakan personel untuk antisipasi kemacetan dan keamanan wisatawan, sambil berharap kebijakan Work From Anywhere membantu mengurai kepadatan arus balik.
Palembang, IDN Times - Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat pergerakan arus mudik di Bumi Sriwijaya mencapai sekitar 270 ribu penumpang. Data tersebut dihimpun dari berbagai moda transportasi, baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang melalui bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan penyeberangan.
Lonjakan jumlah pemudik mulai terjadi pada H+1 Lebaran, yakni Minggu 22 Maret. Pada hari itu, sejumlah titik keberangkatan dan lokasi transit terpantau mengalami peningkatan volume penumpang.
"Kami sudah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan arus balik berjalan lancar," ungkap Karo Ops Polda Sumsel Kombes M Anis Prasetio Santoso, Selasa (24/3/2026).
1. Siapkan pengaturan di titik rawan kemacetan

Anis menjelaskan, saat ini pergerakan penumpang yang masuk dan keluar Sumatra Selatan (Sumsel) mulai menunjukkan fase arus balik. Hal ini terlihat dari peningkatan aktivitas kendaraan di sejumlah ruas tol, dengan jumlah kendaraan keluar lebih tinggi dibandingkan yang masuk, terutama pada tol penghubung antarwilayah.
Ruas Tol Palembang-Indralaya tercatat sebagai jalur dengan volume kendaraan tertinggi, disusul Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung.
Sementara itu, Tol Betung-Jambi mencatat arus kendaraan keluar yang lebih dominan. Kondisi ini menjadi indikasi meningkatnya mobilitas pemudik yang kembali ke daerah asal.
"Kami juga akan menyiapkan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan saat (arus balik)," jelasnya.
2. WFA diharap mampu mengurai kemacetan saat arus balik

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menyatakan pihaknya telah menyiapkan personel di lapangan untuk mengantisipasi arus balik dan mencegah terjadinya kemacetan.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan.
"Hindari kepadatan di puncak arus balik. Persiapkan perjalanan dengan baik, dan segera hubungi 110 jika membutuhkan bantuan," ujar Nandang.
3. Minta pengunjung tempat wisata juga hati-hati kemacetan

Selain mengantisipasi kemacetan pada hari-hari krusial arus balik, Nandang menyebut pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah lokasi wisata. Ia memastikan, hingga saat ini arus balik masih berjalan lancar dan aman.
"Kami tidak hanya mengawal arus lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat yang berwisata tetap aman dan nyaman. Arahan Kapolri langsung kami implementasikan di lapangan," ujarnya.

















