Ini Rahasia Tubuh Tetap Prima saat Lebaran, Meski Makan Banyak

- Ahli gizi mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan makan makanan berminyak saat Lebaran karena bisa memicu kolesterol tinggi dan gangguan pencernaan.
- Disarankan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai kebutuhan harian, serta memilih metode masak lebih sehat seperti direbus atau dipanggang.
- Untuk menjaga keseimbangan tubuh, perbanyak asupan sayur kaya serat dan kalium seperti mentimun agar efek natrium berlebih dapat diminimalkan.
Palembang, IDN Times - Perayaan Lebaran selalu diwarnai berbagai hidangan lezat, mulai opor ayam hingga gorengan yang menggugah selera. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan berminyak agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Makanan yang tinggi minyak dan lemak jenuh dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti peningkatan kolesterol hingga masalah pencernaan. Terlebih setelah menjalani puasa selama satu bulan, tubuh membutuhkan penyesuaian kembali terhadap pola makan normal.
Penting untuk mengontrol asupan makanan saat hari raya. Salah satu caranya dengan mengurangi konsumsi gorengan dan memilih metode pengolahan lain yang lebih sehat, seperti direbus, dikukus, atau dipanggang.
"Kandungan minyak terdapat lemak jahat dan lemak jenuhnya. Kandungan makanan yang diolah dengan minyak tinggi akan natrium (menyebabkan hipertensi) dan rendah serat yang tidak baik bagi tubuh," kata Ahli Gizi Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Sumsel, Devi Eryanti, kepada IDN Times, Selasa (24/2/2026).
1. Batasi gula, garam dan lemak untuk kesehatan tubuh

Dalam satu hari tubuh memiliki kapasitas asupan jumlah kalori sebesar 2.000 hingga 2.500. Saat Lebaran, jumlah asupan kalori bisa melebihi kebutuhan tubuh. Makanan berminyak dapat memberikan asupan setengahnya dari yang dibutuhkan tubuh.
"Tubuh memang perlu asupan kalori dari gula, garam dan lemak (GGL). Hanya saja ada batasnya, seperti gula harian butuh 10 persen dari total energi 50 gram (4 sdm), garam sekitar 2000 miligram natrium atau 1 gram (1 sdt), sedangkan minyak (lemak) sekitar 20-25 persen total energi atau 67 gram (5 sdm)," ujar dia.
2. Tubuh perlu makanan seimbang dengan serat dan kalium

Untuk mengimbangi makanan berminyak, Devi memiliki tips jitu agar kita tak perlu mengkhawatirkannya. Pertama, tetap mengurangi makanan berminyak sesuai kebutuhan tubuh. Kedua perbanyak makan sayuran agar serat terpenuhi.
"Tubuh perlu makanan penyeimbang natrium dan seratnya, yang paling mudah kita temui adalah mentimun. Mentimun adalah salah satu dari golongan sayur yang mengandung kalium tinggi dan serat yang dapat meminimalkan efek kerja natrium berlebih. Sayur mentimun ini bisa dijadikan lalap, atau minuman segar maupun dibuat acar," jelas dia.
3. Tubuh butuh asupan makanan seimbang

Menurutnya jika terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak jahat, kondisi kesehatan tubuh akan menurun. Kondisi ini berbahaya bagi imunitas tubuh. Maka, asupan gizi harus selalu seimbang.
"Stay healty, tetap terapkan gizi seimbang," jelas dia.

















