Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir di OKU Timur dan Empat Lawang, Sawah dan Tempat Wisata Terendam

Banjir di OKU Timur dan Empat Lawang, Sawah dan Tempat Wisata Terendam
Kondisi banjir di Empat Lawang. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Sungai Komering masih normal dan belum mengalami kenaikan debit air

  • Objek wisata andalan Air Lintang Indah rusak parah

  • Seluruh personel BPBD kini dalam posisi standby penuh di lapangan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ogan Komering Ulu Timur, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Sumsel sejak Kamis (21/5/2026) membuat sebagian Kabupaten OKU Timur dan Empat Lawang terendam banjir.

Ratusan hektare sawah dilaporkan terendam akibat meluapnya aliran air setelah hujan turun hampir sepanjang malam. Tak hanya itu, sebuah jembatan gantung putus dan tempat wisata juga diterjang banjir bandang sehingga kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Salah satu wilayah yang cukup parah di OKU Timur yakni Martapura dan sekitarnya. Banjir terpantau merendam sejumlah titik permukiman dan area persawahan warga.

Genangan air terpantau terjadi di kawasan Jaya Rahayu, Jalan Jati Rahayu Timur, Kampung Sawah hingga Desa Perjaya Barat, Kecamatan Martapura dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 10 sentimeter.

1. Debit air Sungai Komering masih normal

Kondisi banjir di Empat Lawang.
Kondisi banjir di Empat Lawang. (Dok. IDN Times)

Kondisi serupa terjadi di wilayah Bukit Napuh, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura. Air meluap hingga menutupi area persawahan milik warga. Di Dusun V Desa Perjaya Barat, misalnya, sawah yang baru selesai ditanami langsung terendam dan rusak akibat genangan air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Timur, Bambang Irawan, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan, terutama di wilayah Kecamatan Martapura.

"Hasil pantauan memang terjadi banjir, tetapi genangan masih berada di area pertanian dan pekarangan rumah, belum masuk ke dalam rumah warga," ujarnya.

Bambang memastikan kondisi Sungai Komering hingga kini masih normal dan belum mengalami kenaikan debit air secara signifikan.

"Kami terus melakukan pemantauan karena potensi hujan masih bisa terjadi. Masyarakat di daerah rawan genangan diminta tetap waspada dan segera melapor jika debit air kembali meningkat," ucapnya.

2. Objek wisata andalan Air Lintang Indah rusak parah

Kondisi banjir di Empat Lawang.
Kondisi banjir di Empat Lawang. (Dok. IDN Times)

Sementara itu, di Kabupaten Empat Lawang, sejumlah kawasan lahan dilaporkan tergenang, fasilitas wisata rusak parah, bahkan sebuah jembatan gantung penting hanyut disapu arus deras Sungai Lintang Kanan.

Hujan lebat yang mengguyur sejak Kamis malam memicu lonjakan drastis debit air Sungai Lintang Kanan. Arus liar sungai tersebut menghantam keras struktur jembatan gantung di kawasan peraduan hingga roboh dan hanyut terbawa arus.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, putusnya jembatan menjadi kekhawatiran terbesar bagi warga setempat. Sebab jalur tersebut merupakan akses utama warga Kecamatan Lintang Kanan menuju area perkebunan.

Tak hanya infrastruktur jalan, sektor pariwisata juga terdampak hebat. Objek wisata andalan Air Lintang Indah yang berlokasi di Desa Muara Danau dilaporkan rusak parah akibat diterjang luapan air sungai. Banyak fasilitas wisata yang luluh lantak dan tersapu banjir, menyebabkan kerugian yang cukup besar.

3. Seluruh personel BPBD kini dalam posisi standby penuh di lapangan

Kondisi banjir di Empat Lawang.
Kondisi banjir di Empat Lawang. (Dok. IDN Times)

Plt Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi menegaskan seluruh personel kini dalam posisi standby penuh di lapangan. Koordinasi intensif antara posko desa, pihak kecamatan, hingga tingkat kabupaten terus dipantau selama 24 jam.

"Kami sudah standby dengan semua peralatan evakuasi dan logistik yang diperlukan, sesuai dengan arahan langsung Bapak Bupati. Kami juga mengimbau agar orang tua menjaga anak-anak mereka untuk tidak bermain atau beraktivitas di dekat sungai," tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More