Palembang, IDN Times - Berdasarkan data terbaru pada 23 Oktober 2026, nilai rupiah kembali melemah menembus angka lebih dari Rp18 ribu per dolar AS. Nilai itu menjadi angka terparah sepanjang sejarah pasca-Reformasi 1998. Tak hanya rupiah yang makin merosot, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia pun anjlok.
Berkaca dari data tersebut, pertumbuhan ekonomi wilayah diprediksi mengalami kendala. Khusus di Sumatra Selatan, bahkan, rupiah dan IHSG yang menunjukkan kurva tanda panah ke bawah berpotensi meningkatkan nilai inflasi daerah hingga kenaikan yang tak terbendung.
