Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Awas Macet! Jalintim KM 17 Kembali Dicor, Polisi Berlakukan Buka-Tutup

Kab. Banyuasin
Awas Macet! Jalintim KM 17 Kembali Dicor, Polisi Berlakukan Buka-Tutup
Anggota Satlantas Polres Banyuasin saat melakukan pengaturan lalu lintas di Jalintim KM17. (Dok. Satlantas Polres Banyuasin)
Intinya Sih
  • Pengecoran Jalintim KM 17 di depan Batalyon Arhanud, Banyuasin, selesai Kamis pagi, tetapi arus masih buka-tutup karena bahu jalan belum mengeras.

  • Polisi mengimbau pengendara Palembang-Jambi untuk memakai jalur alternatif melalui Simpang Tanah Mas, Semuntul, atau Alfa One untuk menghindari antrean di lokasi.

  • Perbaikan memakai beton rigid pavement teknologi fast track yang ditargetkan memenuhi mutu sekitar 24 jam, sambil BBPJN berkoordinasi untuk mengatur lalu lintas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyuasin, IDN Times – Pengerjaan perbaikan di Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepatnya di KM 17, di depan Batalyon Arhanud, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kembali dilanjutkan pada Kamis (30/7/2026) dini hari.

Agar proses pengerjaan berjalan lancar, personel PATAKA Satlantas Polres Banyuasin melaksanakan pengamanan dan pengaturan buka-tutup arus.

Para pengendara dari Palembang tujuan Jambi maupun sebaliknya diminta berhati-hati dan disarankan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Rekayasa lalu lintas di lokasi pengecoran membuat kendaraan menumpuk karena harus lewat secara bergantian.

1. Pengendara bisa melewati jalur alternatif apabila terjadi kemacetan

Anggota Satlantas Polres Banyuasin saat melakukan pengaturan lalu lintas di Jalintim KM17.
Anggota Satlantas Polres Banyuasin saat melakukan pengaturan lalu lintas di Jalintim KM17. (Dok. Satlantas Polres Banyuasin)

KBO Satlantas Polres Banyuasin, Iptu Eko Susilo, yang turut mengatur buka-tutup arus, melaporkan proses pengecoran berlangsung cepat dan sudah selesai pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Kendati demikian, arus lalu lintas belum bisa dibuka menjadi dua lajur seperti biasa karena belum ada pengerasan pada bahu jalan yang dicor.

"Para pengendara dapat melalui jalur alternatif, seperti dari arah Palembang dapat masuk melalui simpang Tanah Mas dan lewat simpang Semuntul atau simpang Alfa One," ujarnya.

Sedangkan kendaraan dari arah Jambi tujuan Palembang dapat masuk melalui Simpang Alfa One atau Simpang Semuntul, kemudian keluar di Simpang Tanah Mas maupun di Jalan Bypass Alang-alang Lebar.

2. Kendaraan sumbu 2-3 atau disarankan melintas ke rute alternatif Jalinteng

ilustrasi jalan rusak
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Untuk kondisi Jalintim KM 17 saat ini terpantau ramai dan lancar, meskipun sedikit tersendat di lokasi pengecoran. Untuk menghindari terjadinya kemacetan panjang, kendaraan sumbu 2-3 atau lebih dapat menggunakan rute alternatif Jalan Lintas Tengah (Jalinteng).

"Diimbau bagi pengguna jalan yang akan melintas di Jalintim Betung, apabila terjadi antrean kendaraan, agar dapat bersabar. Tetap antre di jalur masing-masing agar tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas yang makin mengular," jelas Eko.

3. Perbaikan jalan menggunakan konstruksi beton rigid pavement dan teknologi fast track

Ilustrasi jalan aspal rusak dengan lubang dan retakan, menggambarkan kondisi infrastruktur jalan yang membutuhkan perbaikan.
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Diketahui, pengecoran Jalintim KM 17 Palembang-Betung, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin kembali dikerjakan setelah sempat dihentikan sementara. Penanganan pekerjaannya dilakukan dengan menggunakan konstruksi beton rigid pavement dengan teknologi fast track.

Kepala Balai Besar Jalan Nasional Wilayah Sumsel, Panji Krisna Wardana, mengatakan teknologi fast track ini bertujuan untuk mempercepat proses pengerjaan sekaligus meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas yang sangat padat di kawasan tersebut.

"Dengan teknologi beton fast track, dalam waktu sekitar 24 jam sudah bisa memenuhi persyaratan mutu. Jadi, karena di sini membutuhkan percepatan, pekerjaan dilakukan dari pagi hingga malam dan ditargetkan selesai pada pagi hari. Setelah itu, jalan bisa kembali dilalui," ujarnya.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, BBPJN Sumsel juga terus berkoordinasi dengan forum lalu lintas, kepolisian serta Dinas Perhubungan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.

"Untuk ruas batas Kota Palembang-Betung, tingkat kemantapan jalan saat ini mencapai sekitar 92 persen. Artinya, masih terdapat sekitar delapan persen ruas yang membutuhkan penanganan. Jadi ada posisi kurang lebih 8 persen yang tidak mantapnya," jelas Panji.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More