Atasi Kelangkaan BBM di SPBU, Pertamina Dapat Bantuan Mobil Tangki

Atasi kelangkaan BBM di SPBU, Pertamina lakukan beberapa langkah
Mendapatkan bantuan mobil tangki
Beroperasi 24 jam
Menambah kuota harian
Padang, IDN Times - Guna memperlancar pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) ke berbagai Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatra Barat, Pertamina Patra Niaga melakukan berbagai penanganan. Langkah ini untuk mempercepat pengiriman meski belum berada pada keadaan normal seperti biasanya.
"Kami sudah melakukan beberapa langkah agar penyaluran ini bisa normal meski tersendat oleh keadaan jembatan yang belum bisa dilewati dengan baik," kata Sales Area Manajer (SAM) Pertamina Patra Niaga Sumatra Barat, Fakhri Rizal Hasibuan.
1. Dapatkan mobil tangki bantuan

Fakhri mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta bantuan mobil tangki pengangkut BBM dari Medan. "Kami mendapatkan bantuan 15 sampai 20 unit mobil tangki untuk mengangkut BBM dari terminal Teluk Kabung ke berbagai SPBU," katanya.
Tidak hanya mobil tangki, Pertamina Patra Niaga Sumatra Barat juga mendapatkan bantuan sopir yang mengendarai mobil tersebut agar bisa memperlancar mobilitas BBM.
2. Beraktivitas selama 24 jam

Selain itu, agar tidak ada keterlambatan BBM bisa sampai di berbagai SPBU di Sumatra Barat, Fakhri mengatakan pihaknya juga beraktivitas 24 jam.
"Biasanya untuk terminal di Teluk Kabung tidak pernah beraktivitas 24 jam. Tapi dengan kondisi saat ini kami harus melakukan hal tersebut," katanya.
Menurutnya, pengerahan selama 24 tersebut diharapkan bisa mempercepat mobilitas BBM yang disediakan di terminal Teluk Kabung ke berbagai SPBU. "Ini sudah memasuki pekan ke-3 depot di Teluk Kabung beroperasi selama 24 jam," katanya.
3. Tambah penyaluran harian

Selain hal tersebut, Fakhri mengatakan pihaknya telah meningkatkan penyaluran BBM di Sumatra Barat dan di berbagai SPBU yang ada.
"Untuk penyaluran kita tingkatkan kurang lebih 9 sampai 10 persen di Sumbar setiap harinya. Untuk Kota Padang sendiri itu sekitar 15 sampai 18 persen," lanjutnya.
Menurutnya, untuk kuota BBM di Sumatra Barat saat ini sudah melebihi, baik untuk pertalite maupun bio solar. Untuk pertalite menurut Fakhri telah over pada angka 7 hingga 8 persen dan untuk bio solar sebesar 12 hingga 13 peren.

















