Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3.500 Hotspot di Musi Banyuasin, Ada Api Masih Menyala
Bupati Muba bersama Forkopimda saat meninjau karhutla di Muara Medak. (Dok. Pemkab Muba)
  • BPBD Musi Banyuasin mencatat sekitar 3.500 hotspot hingga 20 Oktober 2026, terbanyak di Bayung Lencir, Lais, Sekayu, Batang Hari Leko, dan Tungkal Jaya.

  • Karhutla di Dusun 7, Desa Muara Medak, Bayung Lencir, masih menyisakan api di lahan gambut; pemadaman dilakukan tim gabungan bersama masyarakat.

  • Pemkab Muba mendorong pembangunan embung di Muara Medak, mengimbau warga tak membakar lahan, serta meminta perusahaan menjaga kawasan konsesi dari kebakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melaporkan hingga Selasa (20/10/2026), jumlah titik panas (hotspot) yang tercatat di Muba mencapai sekitar 3.500 titik. Lima kecamatan dengan jumlah hotspot terbanyak meliputi Bayung Lencir 629 titik, Lais 536 titik, Sekayu 387 titik, Batang Hari Leko 375 titik, dan Tungkal Jaya 337 titik.

Hotspot tersebut juga ditemukan di kecamatan lain, meskipun jumlahnya relatif lebih sedikit. Kondisi ini memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan wilayah Desa Muara Medak di Kecamatan Bayung Lencir paling luas dan api masih menyala hingga saat ini.

1. Karhutla di kawasan Desa Muara Medak menjadi perhatian pemda

Bupati Muba bersama Forkopimda saat meninjau karhutla di Muara Medak. (Dok. Pemkab Muba)

Bupati Muba, M Toha Tohet bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran perangkat daerah akhirnya meninjau langsung penanganan karhutla di Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan penanganan kebakaran berjalan bersama seluruh unsur terkait.

"Karhutla yang melanda kawasan Desa Muara Medak menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena sebagian wilayahnya berupa lahan gambut yang sulit dipadamkan," ujarnya.

Saat meninjau lokasi, Toha bersama rombongan menyisir area terdampak dan melihat langsung kondisi di lapangan. Berdasarkan pantauan, sebagian api di lokasi yang ditinjau telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama petugas gabungan dan masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah bekerja keras memadamkan api. Kerja sama seperti ini sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kehidupan warga bisa ditekan,” jelas Toha.

2. Pemkab dorong pembangunan embung di Desa Muara Medak

Bupati Muba bersama Forkopimda saat meninjau karhutla di Muara Medak. (Dok. Pemkab Muba)

Toha juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lahan kering.

"Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah Kabupaten Muba berencana mendorong pembangunan embung di Desa Muara Medak, khususnya di kawasan rawan karhutla, untuk mendukung ketersediaan air ketika terjadi kebakaran," terangnya.

3. Kondisi karhutla tahun ini mirip kejadian 2019

Bupati Muba bersama Forkopimda saat meninjau karhutla di Muara Medak. (Dok. Pemkab Muba)

Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto menyebut kondisi karhutla tahun ini mirip kejadian 2019, sehingga penanganan dan kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Muba, lima kecamatan dengan jumlah titik panas terbanyak meliputi Bayung Lencir sebanyak 629 titik, Lais 536 titik, Sekayu 387 titik, Batang Hari Leko 375 titik, dan Tungkal Jaya 337 titik. Titik panas juga ditemukan di kecamatan lain, meskipun jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Di Bayung Lencir, titik panas masih ditemukan, terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Kami terus melakukan pemadaman bersama tim terpadu dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat,” kata Marko.

Ia mengapresiasi warga Dusun 7 Desa Muara Medak yang sigap melakukan penanganan awal ketika menemukan kebakaran sebelum tim gabungan tiba. Marko mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk membuka kebun maupun kepentingan lainnya.

"Kami juga meminta perusahaan menjaga kawasan konsesinya agar tidak terjadi kebakaran," tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article