Kabut Asap Palembang Ganggu Pekerja, Mata Perih hingga Sesak Napas

Kabut asap menyelimuti Palembang pada Selasa pagi dan mengganggu aktivitas warga, terutama pekerja luar ruangan seperti petugas parkir.
Petugas parkir M Rizal mengalami mata perih dan berair saat bekerja, sehingga memakai kacamata untuk mengurangi gangguan akibat asap.
Rizal juga terkadang sesak napas dan minum air hangat; kabut asap mengganggu jarak pandang hingga Jembatan Ampera sempat tidak terlihat jelas.
Palembang, IDN Times – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan hari ini, Selasa (20/10/2026) pagi. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mereka yang harus bekerja di luar ruangan.
M Rizal, petugas parkir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Masjid Agung Palembang, menjadi salah satu warga yang merasakan dampaknya. Ia mengaku mengalami sejumlah gangguan kesehatan.
1. Mata terasa perih hingga berair

M Rizal salah satu jukir di kawasan Jalan Sudirman Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Berada di tengah kabut asap selama berjam-jam membuat matanya perih. Kondisi tersebut mengganggu kenyamanannya saat menjalankan pekerjaan sebagai petugas parkir. Untuk mengurangi gangguan pada mata, Rizal memilih menggunakan kacamata saat bekerja.
"Sehari-hari kita ini terganggu karena kabut asap ini. Kami ini jago parkir (bekerja) jadi pedas mata. Makanya saya kalau bekerja pakai kaca mata ini, pedas mata berair kalau kena asap itu," ungkap Rizal kepada IDN Times, Selasa (20/10/2026).
Selain mengganggu mata, Rizal terkadang mengalami sesak napas. Biasanya ia akan minum air hangat saat merasakan keluhan tersebut. "Ada sesak napas juga karena asap ini. Kadang ini suka minum air (hangat) karena sesak napas," bebernya.
2. Jarak pandang terganggu, Ampera sempat tak terlihat

Kondisi kabut asap di Palembang pagi ini (IDN Times/Rangga Erfizal) Kabut asap juga sempat menyelimuti sejumlah kawasan di pusat Kota Palembang. Rizal mengatakan kondisi tersebut sudah terlihat sejak dirinya mulai bekerja sekitar pukul 05.30 WIB.
Menurut dia, kabut asap membuat Jembatan Ampera sempat tidak terlihat jelas. Asap juga menyelimuti kawasan Bundaran Air Mancur, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Masjid Agung Palembang.
Kondisi itu menambah gangguan bagi masyarakat yang beraktivitas pada pagi hari. Meski demikian, Rizal tetap menjalankan pekerjaannya sebagai petugas parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sempat tidak terlihat Ampera pagi ini, tidak hanya Ampera sudah tuh dari bundaran, jalan sudirman sampai Masjid Agung Palembang sempat diselimuti asap," jelasnya.



















