200 Hektare Karhutla di Tulung Selapan Diduga Terjadi di Area HGU

- Karhutla di lahan gambut Tulung Selapan, OKI, diperkirakan membakar sekitar 200 hektare dan diduga berada di area HGU perkebunan kelapa sawit.
- Tim darat dan RPK Sinarmas berhasil memadamkan kepala api serta membuat sekat; pemadaman ekor api berlanjut dengan dukungan excavator dan helikopter water bombing.
- Pemadaman juga berlangsung di Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin, sementara akses jalan, komunikasi terbatas, serta perubahan angin menjadi tantangan.
Ogan Komering Ilir, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, diperkirakan telah membakar sekitar 200 hektare (ha) lahan di area gambut.
Berdasarkan pemetaan awal, lokasi kebakaran diduga berada di wilayah Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit yang sebelumnya sempat digugat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) setahun silam.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Kristanto, mengatakan luasan lahan yang terbakar tersebut masih dalam proses perhitungan. Namun, estimasi sementara menunjukkan sekitar 200 ha lahan terdampak.
"Untuk lokasi Tulung Selapan masih dalam proses perhitungan luasan, estimasi awal sekitar 200 ha," ujar Ferdian kepada IDN Times, Senin (10/8/2026).
1. Kepala api berhasil dipadamkan

Ferdian mengatakan, penyebab kebakaran di lokasi tersebut belum dapat disimpulkan karena proses pemadaman masih berlangsung. Kondisi lahan yang kering serta melimpahnya bahan bakar menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar.
Sementara itu, proses pemadaman terus dilakukan tim darat bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinarmas. Tim telah membuat sekat untuk menghentikan penjalaran api. Upaya tersebut membuahkan hasil, dengan pergerakan api mulai terhenti dan kondisi di lokasi kini jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali terdeteksi.
"Kondisi sudah mulai tersekat sehingga penjalaran api sudah mandek. Tim darat juga sudah berhasil mematikan kepala api, tinggal ekor yang perlu secara bertahap ditangani," katanya.
2. Waspada angin berbelok

Untuk membantu pergerakan personel dan peralatan, tim menggunakan ekskavator untuk membuka akses menuju titik-titik pemadaman. Upaya pemadaman dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter water bombing milik Sinarmas. Sebelumnya, dukungan water bombing juga sempat diberikan oleh BNPB.
Ferdian mengatakan, tim masih harus mewaspadai potensi kebakaran kembali meluas. Perubahan arah angin maupun kondisi ekstrem dapat memengaruhi pergerakan api di lapangan.
"Secara umum, lokasi ini sudah sangat membaik dibandingkan dengan kondisi saat awal terdeteksi. Tetapi kita tetap perlu mengantisipasi apabila angin berbelok arah atau terjadi kondisi ekstrem lainnya," jelasnya.
3. Tim udara Sinarmas diturunkan bantu pemadaman

Ia menambahkan, pemadaman di Tulung Selapan akan terus dilanjutkan. Dua regu Manggala Agni saat ini masih berada di lokasi dan bertenda bersama tim RPK Sinarmas.
Sulitnya akses menuju lokasi juga menjadi tantangan tersendiri. Dari Palembang, perjalanan menuju titik karhutla tersebut dapat memakan waktu sekitar enam jam karena kondisi jalan yang kurang baik. Keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi juga membuat laporan dari lapangan terkadang mengalami keterlambatan.
"Saat ini ada helikopter water bombing dari Sinarmas dan sempat juga waktu sebelumnya dari tim BNPB," bebernya.
4. Pemadaman masih berlangsung di beberapa daerah

Selain Tulung Selapan, pemadaman karhutla juga masih dilakukan di sejumlah wilayah Sumatra Selatan, termasuk Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
Di Ogan Ilir, tim memprioritaskan pemadaman sekaligus pengamanan kawasan yang berada di sekitar permukiman dan jalan lintas. Sementara di Rantau Bayur, Banyuasin, proses pemadaman juga masih berlangsung.














