Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada, Erupsi Gunung Marapi Marapi Kembali Terjadi Siang Ini

Erupsi Marapi, Selasa (26/12/2023). IDN Times/Andri NH
Erupsi Marapi, Selasa (26/12/2023). IDN Times/Andri NH
Intinya sih...
  • Gunung Marapi di Sumatra Barat kembali erupsi dengan kolom abu vulkanik mencapai 1.500 meter.
  • Erupsi terjadi pada pukul 12.05 WIB, dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat, wilayah Padang Panjang terpapar abu vulkanik.
  • Masyarakat di sekitar Marapi tidak diperbolehkan memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, serta harus mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi, Rabu (27/12/2023). Kali ini lontaran kolom abu vulkanik cukup tinggi. Berdasarkan data rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamat Gunung Api Marapi, erupsi itu terjadi pada pukul 12.05 WIB.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh purnomo, menyebut erupsi kali ini terekam di Seismogram dengan amplitudo maksimum 15.5 mm dan durasi sementara ini ± 1 menit 26 detik, dengan ketinggian kolom abu 1.500 meter dari atas puncak. Hingga kini, erupsi masih terjadi di lokasi.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Teguh, Rabu (27/12/2023).

1. Abu vulkanik mengarah ke barat daya

Erupsi Marapi, Selasa (26/12/2023). IDN Times/Andri NH
Erupsi Marapi, Selasa (26/12/2023). IDN Times/Andri NH

Dijelaskan Teguh, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Daya dan Barat. Berdasarkan laporan yang masuk, wilayah Padang Panjang terpapar abu vulkanik.

Demi menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain yang disebabkan oleh abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Marapi diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata serta kulit.

"Jika terjadi hujan abu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh," pintanya.

2. Status Gunung Marapi masih Level II

bbc.com
bbc.com

Meski demikian, Gunung Marapi kata Teguh masih berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar dan pengunjung wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan masuk maupun berkegiatan di wilayah radius 3 kilometer.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi, diminta selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi dan seluruh pihak juga diimbau menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan narasi bohong, serta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

"Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari daerah," kata Ahmad.

3. Suara dentuman dan abu vulkanik hal yang alamiah

Erupsi Marapi. IDN Times/Andri Nh
Erupsi Marapi. IDN Times/Andri Nh

Masyarakat di sekitar gunung Marapi sempat dihebohkan dengan suara dentuman yang diyakini bagian dari proses erupsi Gunung Marapi.

PVMBG menjelaskan bahwa gunung api yang sedang aktif mengeluarkan suara gemuruh atau dentuman serta abu. Hal itu sebagai aktivitas alamiah saat erupsi, dan terdengar lebih jelas ketika arah angin menuju desa atau daerah tertentu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Andri NH
EditorAndri NH
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Polisi Tangkap 2 Tersangka Tambang Ilegal di Muba, Alat Berat Disita

04 Feb 2026, 18:06 WIBNews