Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Palembang Turun Lagi, Kini Hanya Rp15 Jutaan per Suku

Ilustrasi transaksi pembelian emas perhiasan di Palembang
Ilustrasi transaksi pembelian emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya sih...
  • Harga emas Palembang turun tajam menjadi Rp15 jutaan per suku atau 6,7 gram setelah harga dunia anjlok.
  • Fluktuasi harga emas dipengaruhi permintaan pasar dan ekonomi dunia yang tidak stabil.
  • Kenaikan harga emas berdampak pada kondisi core inflasi dan nilai rupiah serta suku bunga tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang 2 Februari 2026 turun tajam di angka Rp15 jutaan per suku atau 6,7 gram. Harga emas tersebut terpantau di Toko Raja Mas Lemabang untuk perhiasan kadar 22 karat atau 92 persen.

Penurunan harga tersebut terjadi usai harga emas dunia anjlok. Bahkan pantauan IDN Times, akibat harga secara global yang merosot, pergerakan harga emas di Palembang mengalami penurunan hingga 2 juta per suku pada emas perhiasan dalam sepekan.

1. Harga emas potensi menimbulkan inflasi

Emas perhiasan
Emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diketahui pada akhir Januari 2026, harga emas dunia naik signifikan dan terjadi serentak terhadap emas batangan. Bahkan harga emas perhiasan tembus Rp17,8 juta sesuku. Sementara akibat harga merosot, terbaru harga emas perhiasan hari ini hanya Rp15,6 juta sesuku.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Soekanto Sairuki, fluktuasi dan kestabilan harga emas perhiasan dipengaruhi permintaan pasar. Sedangkan saat emas turun usai harga melejit jadi momen keuntungan atau profit taking.

"Harga emas naik bila permintaan tinggi dan begitu sebaliknya. Namun meski harga emas turun ekonomi daerah tetap berpotensi dampak inflasi global," katanya.

2. Kondisi ekonomi belum ada kepastian

Ilustrasi emas perhiasan di toko Palembang
Ilustrasi emas perhiasan di toko Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara kata pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, apabila harga emas mendadak melandai setelah kenaikan signifikan, disebabkan ekonomi dunia tak stabil.

"Ekonomi sekarang tidak ada kepastian, sehingga harga tidak terprediksi," ujar dia.

3. Emas merupakan alat investasi

Emas perhiasan
Emas perhiasan di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatra Selatan Bambang Pramono menyampaikan, bila ada kenaikan harga emas konsisten, sebenarnya daerah tersebut berdampak pada kondisi core inflasi atau inflasi inti.

"Emas adalah alat investasi, ketika emas harga naik, pasti orang akan rasional dan akan mengalihkan investasi (investasi emas)," ujarnya.

Dia mengatakan, apabila investor sudah memilih dan beralih investasi ke emas, secara tidak langsung akan berdampak dan keterkaitan dengan nilai rupiah serta berimbas pada suku bunga tinggi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Parkir Liar Masih Menjamur di Palembang Pascabentrokan Ormas

02 Feb 2026, 12:51 WIBNews