Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dinamika Harga Emas Palembang Picu Inflasi Sumsel Januari 3,45 Persen

Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam
Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Intinya sih...
  • Data BPS Palembang menunjukkan inflasi Januari 2026 sebesar 3,45%, dipicu kenaikan harga emas dan faktor lainnya seperti tomat, angkutan udara, dan kontrakan rumah.
  • Meski mengalami inflasi tinggi, Palembang mencatatkan deflasi pada beberapa komoditas seperti cabai merah, tarif kendaraan roda dua online, bensin, bawang merah, dan telur ayam ras.
  • Pemkot Palembang berupaya menekan nilai inflasi pada Februari dengan program seperti menambah cadangan bahan pangan, menggelar pasar murah, revitalisasi pasar tradisional, dan perbaikan infrastruktur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga emas Palembang yang bergerak fluktuatif mendorong nilai inflasi Januari 2026 berada pada tren cukup tinggi, yakni menyentuh level 3,45 persen. Angka itu termasuk tren negatif karena pemerintah menargetkan nilai inflasi wajar dalam rentang 2,5 persen.

"Harga emas mengalami dinamika. Emas merupakan komoditi dominan (penyumbang inflasi) Palembang," ujar Statistisi Madya BPS Palembang, Eviana Admanegara dalam keterangan rilis yang diterima, Rabu (4/2/2026).

1. Tercatat 91 komoditas di Palembang selain emas mengalami kenaikan harga

Ilustrasi emas batangan.
Ilustrasi emas batangan. IDN Times/Arief Rahmat

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Palembang, inflasi month to month (mtm) dari Januari 2026 terhadap Desember 2025 tercatat 0,05 persen. Sementara inflasi year on year (yoy) pada Januari 2026 terhadap Januari 2025 berada di level 3,45 persen.

Nilai tersebut disebabkan adanya kenaikan harga emas dan kondisi itu menjadi faktor paling dominan dengan andil 0,425 persen disusul tomat 0,030 persen, angkutan udara 0,012 persen, kontrakan rumah 0,011 persen, serta dipengaruhi kenaikan tarif kendaraan travel dengan andil 0,009 persen

"Total 393 komoditas yang dipantau tercatat 91 komoditas mengalami kenaikan harga, 78 komoditas mengalami penurunan dan 224 komoditas relatif stabil," jelas Eviana.

2. Klaim sejumlah komoditas pantauan mayoritas dalam harga stabil

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski mengalami inflasi tinggi, Palembang masih mencatatkan deflasi terhadap sejumlah komoditas. Yakni dari cabai merah yang menyumbang penurunan harga hingga 0,266 persen, diikuti tarif kendaraan roda dua online 0,039 persen, bensin 0,030 persen bawang merah 0,022 persen dan turunnya harga telur ayam ras dengan andil 0,022 persen.

"Catatannya, memang gejolak harga pada beberapa sektor. Tetapi dari mayoritas komoditas pantauan, kondisi masih terkendali," kata dia.

3. Pemkot bakal jalankan program strategis tekan inflasi Februari 2026

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara kata Assiten II Setda Palembang Isnaini Madani, Pemkot Palembang berupaya menekan nilai inflasi pada Februari ini dengan menyiapkan berbagai program dan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga.

"Ada beberapa strategi program yang akan dijalankan," katanya.

Program tersebut meliputi, menambah cadangan bahan pangan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, menggelar pasar murah di kantor kecamatan dan kelurahan, revitalisasi pasar tradisional agar lebih efisien dan nyaman, serta melakukan perbaikan infrastruktur untuk mendukung distribusi barang dan jasa di Kota Palembang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Polisi Tangkap 2 Tersangka Tambang Ilegal di Muba, Alat Berat Disita

04 Feb 2026, 18:06 WIBNews