Gentengisasi Nasional Dinilai Dorong Hilirisasi Karet Rakyat Dari Desa

- Gentengisasi Presiden Prabowo Subianto dorong hilirisasi industri karet di Indonesia
- Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel melihat program gentengisasi sebagai peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah karet rakyat
- Apkarindo Sumsel mendorong keterlibatan koperasi dan BUMDes dalam industri pengolahan bahan campuran genteng berbasis karet untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menguatkan ekonomi desa
Palembang, IDN Times - Proyek gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi mendorong hilirisasi industri karet di Indonesia. Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel menilai kebijakan tersebut dapat menjadi motor penggerak industri kampung karet sekaligus meningkatkan nilai tambah karet rakyat.
"Program gentengisasi nasional ini jangan berhenti di tahap pemasangan genteng saja. Ini momentum untuk mendorong hilirisasi karet langsung dari kampung-kampung karet," ungkap Sekjen Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, Rabu (4/2/2026).
1. Apkarindo Sumsel usulkan genteng dapat gunakan campuran karet

Rudi menjelaskan, Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil karet terbesar di Indonesia. Hanya saja, permasalahan karet rakyat masih terkendala persoalan hilirisasi yang lamban.
Akibatnya pemanfaatan karet menjadi tidak maksimal, dimana hasil karet rakyat hanya menjadi bahan mentah semata. dengan nilai tambah rendah. Program gentengisasi nasional dilihat sebagai peluang besar untuk mengubah pola tersebut.
"Kita mengusulkan agar lateks karet alam, compound karet, dan bahan setengah jadi berbasis karet diproduksi langsung di kampung-kampung karet untuk kemudian digunakan sebagai bahan pencampur adonan genteng sebelum proses pencetakan," ungkap dia.
2. Campuran Karet dianggap lebih aman untuk genteng di wilayah gempa

Dengan pemanfaat karet rakyat, diharapkan hasil perkebunan Sumsel dapat masuk ke dalam rantai nilai industri. Sebab secara teknis, penggunaan lateks karet pada adonan genteng dianggap memiliki keunggulan.
Genteng menjadi lebih lentur dan tidak mudah retak, daya rekat meningkat, lebih kedap air, serta lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan guncangan gempa.
"Dengan teknologi yang relatif sederhana dan pendampingan teknis, proses ini sangat mungkin dikerjakan di tingkat lokal. Artinya, industrinya bisa tumbuh di desa," jelas dia.
Untuk mendukung skema tersebut, Apkarindo Sumsel mendorong keterlibatan Koperasi Merah Putih, koperasi petani, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pelaku industri pengolahan bahan campuran genteng berbasis karet.
"Koperasi bisa berperan sebagai pengumpul lateks petani, produsen compound karet, sekaligus mitra pabrik genteng lokal. Dengan begitu nilai tambah tidak lari ke kota atau koperasi atau korporasi besar.," jelas dia.
3. Gentengisasi akan gerakan ekonomi rakyat dari desa

Dirinya menilai, keterlibatan koperasi dan BUMDes akan menciptakan lapangan kerja baru, menguatkan ekonomi desa, serta membantu menstabilkan harga karet petani yang selama ini fluktuatif dengan nilai pasar.
Dengan begitu, ajakan Presiden Prabowo dalam program gentengisasi ini dapat ditindaklanjuti oleh kementerian terkait maupun pemerintah daerah dengan kebijakan lintas sektor yang berpihak pada petani dan ekonomi desa.
"Gentengisasi bukan hanya soal atap rumah. Ini tentang arah pembangunan nasional yang mengakar ke desa dan mengangkat martabat petani karet," jelas dia.



















