Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral, Murid SD di Lima Puluh Kota Sumbar Ngamuk ke Guru Kelas

Viral, Murid SD di Lima Puluh Kota Sumbar Ngamuk ke Guru Kelas
Ilustrasi perundingan. (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Padang, IDN Times - Publik di Sumatra Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya potongan video yang meggambarkan keributan antara murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan seorang guru. Belakangan diketahui peristiwa itu terjadi SDN 07 Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam cuplikan video yang beredar itu, tampak jelas seorang murid laki-laki dengan emosi tinggi membentak ibu guru dengan kata-kata kotor. Bahkan murid itu sempat hendak memukul gurunya. Emosi si murid lalu dilampiaskannya dengan menendang pintu kelas.

"Ulang liak (ulang lagi), ulang-ulang, tanganilah (tinju atau tampar), tanganilah, ulang, tinju lah, tinju, tinju," demikian dikutip dari perkataan sang guru dari video yang beredar, Kamis (20/72023).

1. Disdikbud lebih tahu dari medsos

Ilustrasi medsos (Unsplash.com/Plann)
Ilustrasi medsos (Unsplash.com/Plann)

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lima Puluh Kota, Afri Effendi menyebutkan, pihaknya mengetahui peristiwa itu melalui media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Senin lalu.

"Pihak dinas sudah bertemu dengan guru dan murid bersangkutan," kata Afri Effendi.

2. Belum pernah terjadi

ilustrasi guru mengajar di sekolah (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
ilustrasi guru mengajar di sekolah (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Afri memastikan, ia menyebut peristiwa serupa itu selama ini belum pernah terjadi di wilayahnya. Pihaknya akan mencari penyebab perkara dan menyelesaikan persoalan itu.

3. Sang guru langsung minta maaf

nu.or.id
nu.or.id

Terkait dengan viralnya video tersebut, sang guru Fermini Wulansari yang terlibat dengan muridnya itu menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar murid, Kepala Dinas Pendidikan Lima Puluh kota, Wali Nagari, Camat, hingga pemkab Limapuluh kota.

"Saya minta maaf atas kesalahan saya membuat video tersebut kepada pihak yang telah dirugikan. Perlu saya klarifikasi bahwa kejadian sebenarnya hanya kesalahpahaman yang tidak semestinya terjadi antara guru dan murid. Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak terkait," tutup Fermini.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More

Prediksi Ekonom Rupiah Anjlok ke Level Terendah, Dampaknya Berkepanjangan

29 Mei 2026, 19:21 WIBNews