Palembang, IDN Times - Terik matahari di musim kemarau membakar punggung anggota tim pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mereka berjibaku memadamkan api dari darat dibantu tim satgas udara demi mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan bencana kabut asap.
Kondisi kemarau dan El Nino mengakibatkan kekeringan di wilayah gambut dan tempat-tempat kantong air atau embung. Berbagai upaya pemadaman terus dilakukan, namun api belum kunjung padam sedangkan pasokan air kian menipis dan menjauh dari lokasi kebakaran.
"Petugas harus menggali tanah untuk mencari sumber air yang baru. Kondisi ini berbahaya, karena wilayah terbakar adalah kawasan gambut. Apabila terbakar maka sulit untuk dipadamkan," ungkap Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristianto, Sabtu (26/7/2023).
