Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Regu Manggala Agni Bekerja Dalam Sunyi Menembus Api Karhutla

Kisah Regu Manggala Agni Bekerja Dalam Sunyi Menembus Api Karhutla
Tim Manggala Agni memantau kobaran api (IDN Times/Manggala Agni)
Share Article

Palembang, IDN Times - Usaha pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berlangsung di Sumatra Selatan (Sumsel) di saat musim kemarau dan El Nino. Dalam proses pemadaman tersebut, ada orang-orang yang berjibaku tak mengenal siang atau malam demi memastikan api bisa padam dan Karhutla tidak menyebar.

Mereka adalah regu Manggala Agni yang bekerja di bawah koordinasi Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumatra. Upaya pencegahan dan pemadaman terus dilakukan Manggala Agni dari darat. Mereka menerjang kobaran dan bara api di lokasi kebakaran tanpa ragu.

"Setiap operasi pemadaman, minimal kami bergerak dengan kekuatan satu regu setara 15 orang," ungkap Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto, Senin (21/8/2023).

1. Jumlah regu tergantung lokasi kebakaran

Proses pemadaman Karhutla di wilayah Gambut OKI (Dok: Balai Pengendalian Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra)
Proses pemadaman Karhutla di wilayah Gambut OKI (Dok: Balai Pengendalian Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra)

Ferdian menjelaskan, jumlah personel Manggala Agni yang diturunkan dapat bervariasi, tergantung lokasi dan medan pemadaman. Semakin besar luas lahan yang terbakar, maka semakin banyak juga personel yang akan berjibaku memadamkan api.

"Jumlah personel pemadaman akan ditambah tergantung kondisi kebakaran yang melanda suatu wilayah. Jika terjadi kebakaran besar, kami menurunkan pasukan gabungan setara delapan regu gabungan dari Daops Banyuasin, OKI, Muba, dan Lahat," jelas dia.

2. Berjibaku padamkan api mencegah kabut asap

ANTARA FOTO/Feny Selly/Pras
ANTARA FOTO/Feny Selly/Pras

Regu darat Manggala Agni tersebut ditugaskan ke beberapa titik lokasi di Sumsel, seperti karhutla di Tol Palindra, Tol Kapal, dan di wilayah Deling. Mereka bekerja sama Satgas Udara untuk memadamkan api, baik yang terbakar di lahan mineral maupun gambut dalam.

"Wilayah OKI misalnya, tim harus berjuang selama 15 hari memastikan api di wilayah gambut tuntas dipadamkan. Sebab kebakaran gambut di OKI berpotensi menimbulkan dampak kabut asap ke Palembang," ujar dia.

3. Tembus bagian terdalam karhutla

Foto : Tim Manggala Agni Daops Sumatera VI saat sedang memadamkan api di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau/ IDN Times, Dokumentasi Manggala Agni
Foto : Tim Manggala Agni Daops Sumatera VI saat sedang memadamkan api di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau/ IDN Times, Dokumentasi Manggala Agni

Ferdian menyebut, tim Manggala Agni yang bekerja masuk ke lokasi kebakaran dengan melakukan pemadaman kepala api di bagian paling depan dari lokasi kebakaran. Hal ini dilakukan tak lain karena strategi pemadaman tersebut dinilai lebih efektif dalam memadamkan api.

"Ini lah kebanggan dari Manggala Agni ketika berhasil memadamkan api, meski harus masuk ke bagian terdalam wilayah karhutla yang berbahaya," jelas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pelaku Pungli di Kambang Iwak Ditangkap dan Diserahkan ke Polisi

30 Mei 2026, 17:08 WIBNews