Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumsel Waspada Bakteri Leptospirosis, Satu Warga Meninggal Dunia

Sumsel Waspada Bakteri Leptospirosis, Satu Warga Meninggal Dunia
Kadinkes Sumsel Trisnawarman (Dok: istimewa)
Intinya Sih
  • Dinkes Sumsel keluarkan SE mewaspadai KLB Leptospirosis dari tikus ke manusia
  • Ada dua kasus Leptospirosis di Sumsel, satu menyebabkan kematian pada Januari dan satu kasus tanpa kematian pada April
  • Masyarakat diminta waspada saat musim hujan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan alas kaki untuk mencegah penyebaran bakteri
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Sumsel terbitkan surat edaran (SE) untuk mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis atau penyebaran virus dari tikus ke manusia. Penyebaran bakteri tersebut menyebabkan satu kematian di Sumsel akibat kontak dengan bakteri yang dihasilkan oleh tikus.

"Kami minta Dinkes kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan KLB dan melakukan pencegahan penyakit Leptospirosis. Dari laporan rekam medis Mei 2024 di RSUP Mohammad Hoesin Palembang ada satu kasus yang menyebabkan kematian," ungkap Kadinkes Sumsel, Trisnawarman, Senin (14/10/2024).

1. Terdapat dua kasus Leptospirosis di Sumsel

ilustrasi tikus saat makan (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)
ilustrasi tikus saat makan (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

Trisnawarman menjelaskan, sepanjang 2024 terdapat dua kasus Leptospirosis yang menyerang pasien. Kejadian pertama terjadi pada Januari menyebabkan satu pasien meninggal dunia dan kejadian kedua terjadi pada April.

"Iya kasus yang meninggal sudah beberapa bulan yang lalu, Januari kemarin. Untuk saat ini kita belum menerima informasi kasus baru. Terakhir ada temuan kasus April, tapi tak menyebabkan kematian," jelas dia.

2. Masyarakat diimbau jaga pola hidup sehat

potret tikus berkantung marsupial (commons,wikimedia.org/patrick kavanagh)
potret tikus berkantung marsupial (commons,wikimedia.org/patrick kavanagh)

Meski belum ada temuan lain, Trisnawarman meminta seluruh daerah di Sumsel untuk mewaspadai penyebaran bakteri dari kencing tikus. Hingga saat ini pihaknya mencatat baru ada dua kejadian yang terjadi di Kota Palembang.

"Potensi penularan penyakit itu, berada di wilayah yang kerap banjir, persawahan, permukiman kumuh dan daerah yang memiliki faktor risiko lainnya seperti kepadatan tikus yang merupakan faktor penular utama," jelas dia.

Trisnawarman mengatakan, Leptospirosis kerap muncul saat musim hujan. Penyakit ini muncul dari urine dan kotoran tikus dan menyebar di wilayah yang lembab dan berair terutama saat musim hujan.

"Terpenting adalah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," jelas dia.

3. Waspada genangan saat musim hujan

ilustrasi bakteri di tubuh manusia (pexels.com/Monstera Production)
ilustrasi bakteri di tubuh manusia (pexels.com/Monstera Production)

Masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan serta selalu menggunakan alas kaki ketika beraktivitas  di tempat berair, berlumpur atau genangan air. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran bakteri ke manusia.

"Tetap ada kemungkinan tercemar kencing tikus dan pengelolaan limbah rumah tangga yang benar dengan menyediakan dan menutup rapat tempat sampah," jelas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More