Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stok Terbatas, Dinkes Palembang Prioritaskan Vaksinasi Dosis Kedua
ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis)

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang bakal memprioritaskan vaksinasi kepada penerima dosis pertama yang melanjutkan ke tahap kedua. Hal ini harus dilakukan karena stok vaksin yang terbatas.

"Palembang memfokuskan vaksinasi bagi dosis kedua, agar herd immunity dan daya perlindungan maksimal bisa didapatkan," ujar Kepala Dinkes Palembang, dr Fauzia, Kamis (5/8/2021).

1. Palembang masih memiliki 14 ribu dosis vaksin

Default Image IDN

Meski kini Dinkes Palembang masih menyimpan belasan ribu dosis vaksin, namun vaksinasi yang diutamakan adalah melanjutkan penyuntikan pertama sembari menunggu distribusi tambahan.

"Sementara ada 14 ribu vaksin. Tapi itu sudah dibagi ke sejumlah fasykes dan akan berkurang. Kemungkinan nanti pertengahan Agustus ada distribusi lanjutan dengan jumlah lebih banyak," kata dia.

2. Masih menerima vaksinasi dosis pertama dengan melihat stok vial

ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis).

Walau Dinkes Palembang prioritas vaksinasi COVID-19 untuk dosis kedua, namun pihaknya tetap menerima vaksinasi dosis pertama dengan melihat stok vaksin yang tersedia di masing-masing faskes.

"Bukan tidak menerima vaksinasi dosis pertama. Tapi kalau dosis pertama saja belum maksimal, bagaimana mau melanjutkan untuk vaksinasi dosis kedua, karena ini melihat ketersediaan jumlah vial," jelasnya.

3. Target vaksinasi bagi masyarakat umum di Palembang baru 8 persen

Ilustrasi vaksinasi COVID-19. pexels.com/Gustavo Fring

Kasi Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang, dr Mirza Susanty menambahkan, data vaksinasi COVID-19 bagi warga Palembang hingga 4 Agustus 2021, masih melanjutkan penyuntikan vaksin di tahap ketiga untuk masyarakat umum.

"Vaksin bagi masyarakat umum dosis awal baru terealisasi 8 persen, atau sebanyak 50.686 orang dari total sasaran keseluruhan 664.117 orang. Sedangkan dosis kedua baru 3 persen atau sebanyak 23.244 orang," tandas dia.

Editorial Team

Related Article