Rumah Ditabrak Truk di Padang, 2 Balita Tewas saat Tidur

- Dua balita tewas tertimpa reruntuhan rumah akibat truk CPO yang kehilangan kendali dan menabrak rumah korban di Padang.
- Kecelakaan terjadi karena truk mengalami rem blong, menyeberangi jalan, menabrak pohon, dan akhirnya merusak rumah korban.
- Enam personel pemadam kebakaran Kota Padang melakukan evakuasi terhadap empat korban yang terimpit reruntuhan rumah, dengan bantuan tim lainnya.
Padang, IDN Times - Nahas dua orang balita di Kota Padang tewas usai tertimpa reruntuhan rumahnya akibat ditabrak truk yang mengangkut CPO pada Rabu (23/4/2025) dini hari sekitar pukul 01.50 WIB.
Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Sosmedya mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi karena truk tersebut kehilangan kendali usai mengalami rem blong dan menabrak rumah korban.
"Korban yang sedang tertidur tertimpa reruntuhan rumah akibat kecelakaan tersebut. Dua orang dinyatakan meninggal dunia," katanya.
1. Kronologi versi polisi

Kompol Sosmedya mengungkapkan, kecelakaan tersebut berawal dari rem blong yang dialami truk dengan nomor polisi BA 9836 BO.
"Truk bermuatan CPO itu mengalami rem blong dan saat sampai di TKP, kemudian menabrak pembatas jalan dan truk menyeberangi jalan tersebut," katanya.
Setelah menyeberangi jalan, truk tersebut langsung menabrak pohon dan selanjutnya menabrak rumah korban.
"Korban atas nama Harpan Masegaf (5) dan Kalia Valisa (2) meninggal dunia. Sementara Yuliana (31) dan Muhammad Rafa (10) mengalami luka-luka," katanya.
2. Lakukan evakuasi

Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi dalam keterangan resminya mengatakan, pihaknya menurunkan enam orang personel Damkar Padang untuk melakukan evakuasi terhadap empat orang korban yang terimpit reruntuhan rumah.
"Saat sampai di lokasi, tim langsung melakukan evakuasi dan menemukan anak korban atas nama Arfan dan Kalia sudah dalam keadaan meninggal dunia," katanya.
Sementara, Lia dan anak sulungnya yang bernama Rafa (10) diketahui selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk bisa mendapatkan perawatan.
3. Evakuasi bersama tim gabungan

Rinaldi mengungkapkan, untuk melakukan evakuasi tersebut, pihaknya juga dibantu oleh tim lainnya dari BPBD Padang, TNI, Polri, warta setempat dan instansi lainnya.
"Evakuasi dilakukan kurang lebih selama 1 jam dan seluruh korban sudah dikeluarkan. Untuk korban meninggal dunia sudah diserahkan langsung kepada anggota keluarga lainnya," katanya.



















