Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Kopi di Musi Rawas

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Kopi di Musi Rawas
Pelaku Daru saat ditangkap aparat kepolisian (Dok; istimewa)
Intinya Sih
  • Pelaku perampokan dan pembunuhan Pemilik Kedai Kopi Selangit di Musi Rawas (Mura), Fatkhur Rozi (36), ditangkap setelah mencoba mencuri motor korban.
  • Pelaku Daru Salam (18) ditangkap di rumah neneknya, sedangkan rekannya masih dalam pengejaran.
  • Kedua pelaku datang ke rumah korban, mencari kunci motor, namun terpergoki oleh korban sehingga terjadi keributan dan pembunuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Musi Rawas, IDN Times - Pelaku perampokan dan pembunuh Pemilik Kedai Kopi Selangit di Musi Rawas (Mura), Fatkhur Rozi (36), akhirnya ditangkap. Korban dihabisi oleh pelaku yang masih remaja bernama Daru Salam (18) karena dipergoki akan mencuri motor milik korban.

"Pelaku D sudah merencanakan aksinya untuk mencuri motor milik korban. Namun saat kejadian dipergoki oleh korban," ungkap Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi, Rabu (15/5/2024).

1. Satu pelaku lagi masih diburu polisi

Pemilik kedai kopi Selangit Musi Rawas, Fatkhur Rozi (36) (Dok: istimewa)
Pemilik kedai kopi Selangit Musi Rawas, Fatkhur Rozi (36) (Dok: istimewa)

Andi menerangkan, pelaku Daru pergi melakukan pencurian bersama rekannya berinisial S (DPO). Pelaku Daru ditangkap di rumah neneknya di kawasan Dusun II Desa Karang Panggung, Kecamatan Selangit, Musi Rawas.

"Saat ini kita masih memburu S," jelas dia.

2. Pelaku sempat acak-acak rumah korban

Jenazah Fatkhur Rozi (36) disemayamkan di rumah duka di Kecamatan Selangit Musi Rawas (Dok: istimewa)
Jenazah Fatkhur Rozi (36) disemayamkan di rumah duka di Kecamatan Selangit Musi Rawas (Dok: istimewa)

Andi menjelaskan, jika kedua pelaku mendatangi rumah milik orang tua korban Siti Masitoh. Kedua pelaku diketahui berjalan dari Desa Taba Gindo dengan berjalan kurang lebih 2 jam menuju ke rumah korban.

"Sesampai di lokasi, tersangka D memanjat rumah dengan bambu dan masuk melalui ventilasi. Sedangkan tersangka S menunggu di luar memantau situasi lapangan," ujar dia.

Setelah berada di dalam rumah, Daru langsung mencari kunci motor korban dengan mengacak-ngacak ruang tamu. Pelaku tak menemukan kunci motor korban dan hanya menemukan uang Rp100.000.

Saat melakukan pencarian tersebut pelaku Daru dipergoki oleh korban hingga terjadi keributan. Saksi Siti Masitoh pun sempat menyaksikan keributan.

"Sehingga sempat ditahan tangannya si D oleh korban. Kemudian karena tersangka panik dan melakukan penusukan kepada korban," jelas dia.

3. Korban sempat kabarkan dirinya tertusuk

Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)

Usai menusuk korban, pelaku Daru pergi melarikan diri sambil dikejar korban. Aksi kejar-kejaran itu sempat disaksikan warga setempat yang akhirnya ikut melakukan pengejaran.

Sementara korban yang menyadari dirinya tertusuk sempat mengabarkan kepada orang tuanya mengenai luka tersebut. Dirinya pun langsung tersungkur jatuh.

"Korban sempat mengatakan, 'Mak aku keno tujah' (bu saya kena tusuk). Morban alami satu luka tusuk di perut, tepatnya di atas pusar. Hingga akhirnya Ibu Siti Masitoh membawa korban ke Rumah Sakit AR Bunda di Lubuk Linggau dengan perjalanan kurang lebih 2 jam," jelas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More