Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

28 Warga Sumsel Meninggal Akibat HIV/AIDS Sepanjang Januari-Mei 2026

28 Warga Sumsel Meninggal Akibat HIV/AIDS Sepanjang Januari-Mei 2026
ilustrasi HIV AIDS (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Sumsel mencatat 380 kasus baru HIV/AIDS sepanjang Januari–Mei 2026, dengan total 28 orang meninggal dunia.
  • Kota Palembang menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 203 temuan, disusul Lubuklinggau dan Musi Banyuasin yang juga melaporkan korban meninggal.
  • Kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) masih mendominasi kasus HIV/AIDS di Sumsel sejak 2011 hingga April 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Sebanyak 380 kasus HIV/AIDS baru terdeteksi di wilayah Sumsel, dengan rincian 249 kasus HIV dan 131 kasus AIDS. Kasus itu muncul selama periode Januari-Mei 2026 dengan laporan puluhan pasien di antaranya meninggal dunia.

"Temuan kasus baru HIV/AIDS sepanjang Januari-Mei 2026 sebanyak 380 orang. Dari total temuan tersebut, 28 orang meninggal," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, Senin (13/7/2026).

1. Palembang masih menjadi penyumbang kasus tertinggal

Ilustrasi HIV AIDS (Dok. IDN Times)
Ilustrasi HIV AIDS (Dok. IDN Times)

Berdasarkan data Dinkes Sumsel, Kota Palembang masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus baru terbanyak. Ibu kota Sumsel itu mencatat 203 kasus, terdiri dari 133 kasus HIV dan 70 kasus AIDS. Sebanyak 10 pasien di antaranya meninggal dunia.

Setelah Palembang, Kota Lubuklinggau berada di urutan berikutnya dengan 27 kasus, terdiri dari 12 kasus HIV dan 15 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, dua pasien dilaporkan meninggal. Sementara Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 25 kasus baru, terdiri dari 14 kasus HIV dan 11 kasus AIDS, dengan tiga pasien meninggal dunia.

2. Sejumlah daerah lain mencatat belasan kasus

Ilustrasi Hari AIDS Sedunia (pexels.com/Anna Shvets)
Ilustrasi Hari AIDS Sedunia (pexels.com/Anna Shvets)

Kasus HIV/AIDS juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Sumsel. Kabupaten OKU Timur mencatat 17 kasus. Kemudian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) masing-masing melaporkan 16 kasus.

Kabupaten Banyuasin mencatat 14 kasus, sedangkan daerah lainnya melaporkan jumlah kasus di bawah 10. Temuan paling sedikit berada di Kabupaten OKU Selatan yang hanya mencatat satu kasus AIDS selama periode tersebut.

3. Kelompok LSL masih mendominasi temuan kasus

Ilustrasi perempuan dan HIV/AIDS (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi perempuan dan HIV/AIDS (IDN Times/Aditya Pratama)

Ira menjelaskan, kelompok dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Sumsel masih berasal dari lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL).

Secara kumulatif, jumlah kasus HIV/AIDS di Sumsel sejak 2011 hingga April 2026 mencapai 8.188 kasus. Angka tersebut terdiri dari 4.767 kasus HIV dan 3.425 kasus AIDS.

Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan dan deteksi dini HIV/AIDS melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Kelompok dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak berasal dari LSL," ujarnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More