Polda Sumsel Selidiki Rp2,6 Miliar Uang Koperasi Polres Mura Raib

Palembang, IDN Times - Polda Sumatra Selatan (Sumsel) akan menelusuri hilangnya uang koperasi sebesar Rp2,6 miliar setelah kasus kematian Aipda Paembonan. Polisi tersebut dipastikan meninggal dunia karena mengakhiri hidupnya.
Paembonan diduga tidak bisa bertanggung jawab atas penggunaan uang koperasi yang dikelolanya, hingga ia mengakhiri hidup dengan menembak bagian kepala.
"Masih didalami uang tersebut digunakan untuk apa. Sekarang waktunya belum tepat karena masih berduka," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Selasa (20/6/2023).
1. Uang koperasi milik anggota polisi sejak 2021

Supriadi menerangkan, uang Rp2,6 miliar itu milik ratusan anggota polisi yang tergabung di koperasi Polres Musi Rawas. Uang tersebut berasal dari iuran pada 2021 hingga 2023 yang diduga terpakai oleh korban.
"Tapi belum diketahui berapa yang digunakan, masih ditelusuri uang itu digunakan untuk apa saja. Karena yang bersangkutan meninggal," jelas dia.
2. Korban bunuh diri dengan menembak kepala

Dirinya membantah jika Aipda Paembonan tewas akibat baku tembak, melainkan murni bunuh diri. Dari hasil penyelidikan, korban menembak kepalanya dengan senjata dinas di bagian pelipis kiri.
"Yang bersangkutan mengakhiri hidupnya dengan menembak kepala sendiri hingga membuatnya meninggal," ungkap dia.
3. Polda hentikan penyelidikan kematian

Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel), Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, sudah memastikan penyebab kematian Aipda Paimbonan alias Bonan. Korban mengakhiri hidupnya karena terjerat permasalahan ekonomi dan melakukan bunuh diri
"Penyebabnya adalah permasalahan ekonomi dalam keluarga," ungkap Albertus Rachmad Wibowo, Senin (19/6/2023).
Atas nama institusi Polri, Rachmad menyampaikan pihaknya sedang berduka. Paimbonan ditemukan tewas dengan luka di bagian pelipis kepala.
"Dia mengakhir hidup dengan menembak kepalanya dengan senpi," jelas dia.




















