Perbaikan Jembatan Lalan Diperkirakan Telan Dana Hingga Ratusan Miliar

- Pemerintah Sumatra Selatan melakukan kajian mendalam terkait perbaikan Jembatan P.6 Sungai Lalan yang roboh akibat ditabrak oleh tugboat dan tongkang pengangkut batubara.
- Biaya perbaikan jembatan diperkirakan berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp150 miliar, dengan tanggung jawab juga pada pihak-pihak terkait dalam insiden kerusakan.
- Jembatan P.6 Lalan merupakan infrastruktur krusial bagi masyarakat setempat, dengan 21 perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai, sehingga pembangunan jembatan tidak dapat ditunda karena dampak negatifnya pada aktivitas ekonomi.
Palembang, IDN Times – Penjabat (PJ) Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Elen Setiadi, meminta dilakukan kajian mendalam terkait perbaikan Jembatan P.6 Sungai Lalan yang roboh akibat ditabrak oleh tugboat dan tongkang pengangkut batubara. Kajian ini diperlukan untuk menentukan apakah jembatan tersebut akan diperbaiki atau dibangun kembali.
"Kami masih menunggu kesepakatan apakah jembatan ini akan dibangun kembali atau dilanjutkan dengan pembangunan yang sudah ada. Rincian biayanya belum dipastikan, tetapi diperkirakan berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp150 miliar," ungkap Elen Setiadi pada Sabtu (24/8/2024).
1. Perusahaan diminta bertanggung jawab

Elen menekankan bahwa tanggung jawab pembangunan kembali Jembatan P.6 Lalan tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga pada pihak-pihak yang terkait dalam insiden kerusakan jembatan tersebut. Perusahaan yang menggunakan jalur tersebut diminta untuk turut serta dalam upaya perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum.
"Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat, dan aktivitas ekonomi mereka bergantung padanya. Oleh karena itu, perusahaan yang melintasi Sungai Lalan harus berpartisipasi dalam perbaikan," tegas Elen.
2. Kerusakan jembatan Lalan timbulkan dampak sosial

Lebih lanjut, Elen menjelaskan bahwa Jembatan P.6 Lalan merupakan infrastruktur krusial bagi masyarakat setempat. Kerusakan jembatan tersebut telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan, sehingga perusahaan yang terlibat diharapkan segera mengatasi kerugian yang dialami masyarakat.
"Bukan hanya soal infrastruktur, kita juga harus menjamin keadilan bagi masyarakat yang terkena dampaknya," tambah Elen.
3. Lalan menjadi tempat vital perekonomian Muba

Elen juga menggarisbawahi pentingnya Sungai Lalan sebagai jalur vital untuk aktivitas ekonomi di daerah tersebut, dengan 21 perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai. Oleh karena itu, pembangunan jembatan tidak dapat ditunda lebih lama karena akan memberikan dampak negatif pada semua aspek kehidupan masyarakat.
"Dampak ini memengaruhi ekonomi secara luas, mulai dari pekerja yang tidak bisa bekerja hingga terganggunya operasional bisnis di daerah tersebut," jelas Elen.



















