Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyedia MBG Palembang Sulit Cari LPG 3 Kg, Terdampak Kebijakan Baru
Ilustrasi tabung LPG 3 kilogram (kg) yang kosong di warung tradisional (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Palembang, IDN Times - Kesulitan mendapatkan tabung LPG 3 Kg di tengah situasi kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu turut berdampak terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang.

"Saat ini ada hambatan kesulitan mendapatkan LPG," ujar Rizki Sekretaris Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia Sumatra Selatan (PPJI Sumsel) sebagai penyedia MBG di Palembang, Rabu (5/2/2025).

1. PPJI Sumsel pastikan MBG di Palembang tetap berjalan

Menu makanan Bergizi Gratis hari kedua di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski mengalami kendala dalam kebutuhan LPG 3 Kg untuk memasak menu MBG, PPJI Sumsel komitmen mendistribusi paket MBG dengan tepat waktu ke tiap sekolah penerima.

"Alhamdulillah MBG masih berjalan," kata dia.

2. Per hari butuh 20 LPG 3 Kg untuk masak paket MBG

Pengisian green elpiji 3 kg. (Dok/Pertamina)

Rizki menyampaikan, dalam sehari PPJI Sumsel butuh sekitar 20 LPG 3 Kg untuk memasak semua paket MBG ke 10 sekolah di Palembang. Apalagi sebagai penyedia menu MBG, PPJI diharuskan memasak untuk 3 ribu-3.500 paket MBG untuk siswa PAUD-SMA.

"Untuk menyiapkan semua, LPG 3 kg kita pakai sampai 20 tabung," jelasnya.

3. Penyedia MBG Palembang stok LPG 3 kilogram

Ilustrasi pelaksanaan MBG (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

PPJI Sumsel kini rutin memantau agen dan pangkalan LPG 3 Kg di Palembang untuk bisa mendapatkan gas melon, agar tetap menyediakan MBG sesuai standar. Hal tersebut dilakukan demi memaksimalkan menu MBG dalam situasi kesulitan mencari gas melon tersebut.

"Antisipasinya kita stok tabung sebelum habis dan memesan langsung ke agen," jelas Rizki.

4. Menu MBG Palembang di cek Dinkes

(Dok. Pitria untuk IDN Times)

Tak hanya komitmen menyalurkan paket MBG sesuai standar, Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai penyedia makanan program Presiden Prabowo Subianto mengawasi ketat proses distribusi hingga pengecekan bahan baku.

"Setiap pagi, sebelum makanan didistribusikan, ahli gizi memastikan semua sudah sesuai standar. Kami juga menyisakan tiga sampel untuk dicek oleh Dinas Kesehatan," kata dia.

Editorial Team

Related Article