Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemuda Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Sempat Minta Istri Pulang
Ilustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Mardya Shakti)

Musi Rawas Utara, IDN Times - Seorang pemuda berinisial DA (25) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Peristiwa tersebut bikin geger warga Desa Terusan, Musi Rawas Utara (Muratara).

"Korban ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Pertama kali korban ditemukan oleh kakak kandungnya," ungkap Kasi Humas Polres Muratara, AKP Baruanto, Rabu (21/6/2023).

1. Korban sempat pinjam handphone tetangga

Ilustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Arief Rahmat)

Dari pemeriksaan saksi, korban mengakhiri hidupnya karena permasalahan keluarga. Korban terlibat permasalahan yang membuat sang istri pergi meninggalkan rumah. Hal ini diperkuat oleh bukti pesan singkat yang dikirim korban ke ibunya di Jambi.

"Korban sempat meminjam handphone tetangga dan mengabari ibunya yang tinggal di Sangkut, Jambi," jelas dia.

2. Ancam bunuh diri jika istri tidak pulang

ilustrasi akhiri hidup (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam pesan tersebut, korban mengancam akan mengakhiri hidup jika istrinya tidak kembali. Dari keterangan saksi, korban terakhir terlihat pada Sabtu (17/6/2023) pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban meminjam handphone untuk mengirim pesan.

Namun setelah hari itu, korban tak kunjung terlihat hingga akhirnya kakak korban datang. Saksi kaget melihat korban sudah tergantung di ruang keluarga rumahnya.

"Kasus ini murni bunuh diri, dikuatkan dengan SMS korban ke ibunya. Selain itu, hasil visum dari RS Rupit juga memastikan korban murni bunuh diri," jelas dia.

3. Pihak keluarga tolak autopsi

Ilustrasi meninggal (IDN Times/Mia Amalia)

Korban mengunci seluruh akses masuk ke dalam rumah. Menurut saksi, tercium bau menyengat dari dalam rumah dan banyak lalat. Pihak keluarga saat itu langsung mendobrak pintu rumah korban.

Usai jenazah korban dievakuasi, pihak keluarga menolak untuk autopsi. Polisi pun menyerahkan jasad tersebut kepada pihak keluarga.

4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

(Ilustrasi orang meninggal) IDN Times/Mia Amalia

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

Curated For You

Editorial Team

Related Article