Pemkot Palembang Bakal Terapkan Aturan Ganjil-Genap, Apa Kata Warga?

- Pemkot Palembang rencanakan program ganjil-genap untuk atasi kemacetan dan kepadatan lalu lintas.
- Warga meragukan efektivitas program ganjil-genap, menyarankan solusi lain seperti penggunaan transportasi publik.
- Sebagian warga merasa kebijakan ganjil-genap hanya ikut-ikutan program daerah lain dan kurang kreatif dalam menjalankan program kerja baru.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merencanakan penerapan program ganjil-genap kendaraan melintas di jalan protokol untuk mengatasi kemacetan dan kepadatan lalu lintas Bumi Sriwijaya.
Wacana itu, diyakini Wali Kota Palembang Ratu Dewa berhasil dan akan membantu mengurangi persoalan lalu lintas yang menjadi pekerjaan rumah pemkot dan tak kunjung selesai. Lalu, apa kata warga merespons rencana tersebut?
1. Program ganjil-genap di Palembang dinilai kurang efektif

Menurut Warga Ilir Timur I Palembang, Krisna, rencana ganjil-genap tidak akan efektif mengurangi kepadatan lalu lintas. Apalagi di waktu-waktu rawan ramai kendaraan melintas.
Krisna menyebut, program tersebut tak akan maksimal berjalan, karena titik-titik kemacetan hanya berada di jalan tertentu saja. Tidak semua wilayah mengalami persoalan sama.
"Yang macet itu ada di sekolah daerah Balayuda dan bawah fly over simpang Polda Sumsel. Di situ macet karena antar-jemput anak sekolah semua pakai mobil, kadang satu siswa satu mobil. Lebih baik, sarankan sekolah di sana untuk menerapkan jam pengantaran bergantian atau lebih baik ajak siswa menggunakan transportasi publik," jelasnya.
2. Warga sebut program ganjil-genap di Palembang haru dikaji mendetail

Kemudian lanjut dia, Jalan Kolonel H Burlian hingga ke Sukarami pun jadi sasaran empuk keramaian kendaraan. Ketimbang harus menerapkan ganjil-genap dan merepotkan masyarakat, pemerintah sebaiknya menerapkan peraturan tentang bagaimana batas masyarakat yang bisa membeli mobil atau motor untuk mengurangi jumlah kendaraan di pusat kota.
"Luar negeri itu, jarang yang bawa kendaraan pribadi, karena hanya orang-orang tertentu yang bisa membeli kendaraan," kata Krisna.
Sementara menurut Warga Kamboja Palembang, Odun, kebijakan kendaraan melintas ganjil-genap, jadi bukti pemkot hanya ikut-ikutan program daerah lain. Pemkot kata dia, terkesan membuntuti visi misi pejabat luar Palembang dan terlihat kurang kreatif menjalankan program kerja baru.
"Kalau mau berencana menjalankan program, liat dulu prioritas daerah. Kepentingannya bagaimana, dampaknya bagaimana, harus dikaji detail. Kalau cuma mau ikut-ikutan kebijakan provinsi lain, lebih baik tidak usah," jelas dia.
3. Pemkot Palembang akan membahas program ganjil-genap dengan dinas terkait

Sebelumnya Pemkot Palembang berencana menerapkan aturan ganjil genap di Palembang. Namun wacana tersebut merupakan salah satu opsi dan belum diputuskan untuk diterapkan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kemacetan bisa diatasi dengan ganjil genap seperti di kota-kota besar lainnya yang sudah sejak lama direalisasikan.
"Ganjil-genap bisa jadi salah satu opsi, namun belum diputuskan untuk bisa diterapkan. Saya sudah meminta dinas terkait bersama pihak terkait lainnya, untuk mengkaji bersama apakah hal itu memang bisa jadi solusi ataukah malah sebaliknya," kata Dewa.












![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)



