Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Motif Penjaga Kebun Habisi Rekan di Ogan Ilir: Kesal Kepala Ditendang

Motif Penjaga Kebun Habisi Rekan di Ogan Ilir: Kesal Kepala Ditendang
Lokasi pembunuhan penjaga kebun sawit di Ogan Ilir. (Dok. Polres Ogan Ilir)
Intinya Sih
  • Kasus pembunuhan penjaga kebun kelapa sawit di Ogan Ilir masih dalam penyelidikan polisi.
  • Pelaku, Rahmat Fauzan, membunuh korban Alimin karena emosi setelah ditendang oleh korban saat terlibat perbincangan dengan pemilik kebun.
  • Korban tewas akibat luka bacok dari parang setelah meminta upah jaga yang lebih tinggi, membuat pelaku emosi dan membunuhnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ogan Ilir, IDN Times - Kasus pembunuhan sesama penjaga kebun kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir pada Jumat (20/12/2024) petang kini masih didalami kepolisian. Berdasarkan penyelidikan sementara, motifnya karena pelaku bernama Rahmat Fauzan kesal ditegur korban secara kasar.

Peristiwa yang terjadi di sebuah pondok dekat kebun sekira pukul 16.00 WIB tersebut akhirnya membuat korban Alimin (53) tewas mengenaskan usai mengalami luka bacok dari Sajam jenis parang.

1. Ada tawar menawar terkait upah

Korban pembacokan di Ogan Ilir saat dibawa ke rumah duka. (Dok. Istimewa)
Korban pembacokan di Ogan Ilir saat dibawa ke rumah duka. (Dok. Istimewa)

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Muhammad Ilham mengatakan, pelaku menghabisi korban karena emosi. Berawal saat korban terlibat perbincangan dengan pemilik kebun bernama Andi, membahas perihal upah menjaga alat berat di perkebunan tersebut.

"Awalnya ada tawar-menawar upah. Korban minta Rp200 ribu upah jaga per malam, tapi pemilik kebun menyanggupi Rp 100 ribu untuk menjaga alat berat tersebut," ujarnya Minggu (22/12/2024).

2. Korban menendang kepala pelaku

Ilustrasi penusukan. (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi penusukan. (IDN Times/Mia Amalia)

Akhirnya korban meminta agar mendapat upah jaga Rp150 ribu per malam. Pelaku yang ada di TKP lalu menyela pembicaraan antara korban dan pemilik kebun sawit agar menerima saja upah yang ditawarkan pemilik kebun. Namun korban menyuruh pelaku diam.

"Sebelumnya menurut keterangan saksi mata di TKP, pelaku sempat diam namun kembali menyela pembicaraan. Saat itulah korban menendang kepala pelaku hingga tersulut emosi dan membacok korban," terangnya.

3. Pelaku ditangkap beberapa jam usai kejadian

Ilustrasi pembunuhan. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi pembunuhan. (IDN Times/Mardya Shakti)

Saat kejadian, baik saksi maupun pemilik kebun juga kabur karena takut dengan insiden tersebut. Beberapa jam setelahnya, polisi berhasil mengamankan pelaku.

"Saat ini masih dalam penyelidikan. Saksi-saksi di TKP juga telah diperiksa polisi, termasuk Andi pemilik kebun sawit yang menyaksikan langsung pembunuhan itu," ungkapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More