KPU Sumsel Akan Salurkan Santunan Ketua PPS yang Meninggal Dunia

- KPU Sumsel akan memberi santunan kepada keluarga Ketua PPS Desa Banuayu, Suryadi, yang meninggal setelah hari pencoblosan.
- Total santunan yang akan diberikan mencapai Rp46 juta, KPU masih menunggu surat keterangan dari RS mengenai penyebab kematian.
- Suryadi diduga mengalami kelelahan H-1 pencoblosan hingga harus dibawa ke Rumah Sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (18/2/2024).
Palembang, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum Sumatra Selatan (KPU Sumsel) akan memberi santunan kepada keluarga Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Banuayu, Buay Pemuka Peliung, OKU Timur, bernama Suryadi (40) yang meninggal dunia, Minggu (18/2/2024).
Suryadi diketahui gugur setelah dilarikan ke rumah sakit saat hari pencoblosan. Sebelum dibawa ke RSUD Martapura, Suryadi sempat mengecek logistik dan jalannya pemilu.
"Kami akan memberikan santuan, tentu kami juga akan menelusuri terlebih dahulu penyebab meninggalnya Ketua PPS itu," ungkap Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, Selasa (20/2/2024).
1. Total santunan Rp46 juta

Andika mengatakan total santunan yang akan diberikan mencapai Rp46 juta. Hanya saja pihaknya masih menunggu surat keterangan dari RS mengenai penyebab kematian.
"Ini menjadi perhatian kita dan juga akan diverifikasi dengan KPU di sana," jelas dia.
2. Ketua PPS sempat pantau jalannya pemilu

Suryadi sempat mendatangi TPS 03 pada pagi di hari pencoblosan. Saat itu dirinya mengeluh mual dan dilarikan ke RS. Suryadi bahkan sempat menyalurkan hak suaranya sambil mengamati proses pemungutan suara di PPS Banuayu.
Setelah mendapatkan perawatan sejak 14 Februari 2024, Suryadi meninggal dunia pada Minggu, 18 Februari 2024 sekitar pukul 17.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura.
3. Suryadi meninggal usai bertugas

Diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Banuayu, Buay Pemuka Peliung, OKU Timur bernama Suryadi (40), meninggal dunia karena jatuh sakit saat bertugas dalam pelaksanaan pemilu. Suryadi diduga mengalami kelelahan H-1 pencoblosan hingga harus dibawa ke Rumah Sakit.
"Tentunya kami sangat berduka atas musibah ini. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkap Ketua KPU OKU Timur, Denis Firmansyah, Senin (19/2/2024).
Suryadi diketahui dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Martapura. Dirinya langsung mendapat perawatan intensif hingga dinyatakan meninggal dunia, Minggu (18/2/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.
Denis menyebut, dirinya sudah memerintahkan perwakilan komisioner KPU RI untuk berbelasungkawa ke rumah duka.
"Insya Allah ada santunan dari KPU," jelas dia.





















