Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Izin Agen Travel Haji Sumbar yang Menyimpang Akan Disanksi
Simulasi pemberangkatan ibadah haji di Bandara Juanda Surabaya. (Dok. PPIH Embarkasi Surabaya)
  • Kemenag Sumbar memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan haji khusus untuk mencegah penyimpangan.
  • Jika travel resmi terbukti melakukan penyimpangan, pemerintah akan mencabut izin operasional mereka.
  • Pihak Kemenag Sumbar akan memberangkatkan 6.592 CJH menggunakan pesawat Garuda Indonesia dalam 17 kloter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Kementerian Agama Sumatra Barat (Kemenag Sumbar) meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan haji khusus di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses keberangkatan haji, seperti penggunaan visa non haji.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumbar, Mahyudin, menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan haji khusus tidak hanya dilakukan di tingkat daerah, tetapi juga oleh Kemenag RI secara langsung di setiap provinsi.

"Terdapat mekanisme khusus untuk mengawasi penyelenggaraan haji khusus di setiap daerah," kata Mahyudin, Sabtu (11/5/2024).

1. Cabut izin operasional

Pelepasan PPIH Arab Saudi Daker Madinah dan Bandara, Rabu (8/5/2024). Dokumentasi Media Center Haji

Pengawasan ini kata Mahyudin, dilakukan lantaran pemerintah memberikan izin kepada sejumlah travel resmi untuk memberangkatkan masyarakat ke Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Namun kata Mahyudin, jika ada travel resmi yang terbukti melakukan penyimpangan, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas, seperti mencabut izin operasional mereka.

2. Jangan paksakan berangkat dengan visa non haji

visa indonesia

Kemenag Sumbar kata Mahyudin, berharap agar masyarakat jangan memaksakan diri untuk melakukan ibadah Haji menggunakan visa non Haji karena ada sanksi keras yang menantinya.

3. Kloter perdana berangkat besok

ilustrasi ibadah haji dan umrah (pexels.com/GLady)

Mahyudin bilang, kloter perdana dari embarkasi Padang akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Bandara Madinah pada 12 Mei 2024. Tahun ini kata Mahyudin, pihaknya memberangkatkan 6.592 CJH, dengan rincian 4.806 jemaah dari Sumbar dan 1.702 jemaah dari Bengkulu.

CJH ini kata Mahyudin, akan diterbangkan dalam 17 kloter menggunakan pesawat Garuda Indonesia, dengan 12 kloter jemaah Sumbar, 4 kloter jemaah Bengkulu, dan tambahan 1 kloter jemaah gabungan.

"Dari total 17 kloter tersebut, 9 kloter akan diterbangkan dalam fase gelombang 1 dengan rute Padang - Madinah. Sementara 8 kloter sisanya, akan berangkat dalam fase gelombang 2 dengan rute Padang - Jeddah,"tutupnya.

Editorial Team

EditorAndri NH

Related Article