Ini Wajah Bripka ED, Polisi Ancam Pengendara dengan Sajam di Palembang

- Mobil polisi koboi dikendarai Bripka ED mendapat sorotan netizen karena plat nomor tidak sesuai dengan jenis kendaraan.
- Kapolres Banyuasin mengakui anggota polisi tersebut menggunakan mobil bodong dan mengancam warga dengan pisau, pelanggaran yang akan diproses tegas secara internal.
- Polda Sumsel menyayangkan perilaku arogan anggota polisi, akan memproses sesuai aturan hukum yang berlaku jika terbukti bersalah.
Palembang, IDN Times - Mobil Toyota Alphard warna putih yang dikendarai polisi koboi bernama Bripka ED di Palembang mendapat sorotan netizen. Dari penelusuran di aplikasi Samsat E-Dempo, nomor plat dan jenis kendaraan yang tertera berbeda.
Ancam Kondisi ini menimbulkan dan dugaan bahwa anggota polisi itu menggunakan mobil bodong dengan memodifikasi plat nomor kendaraannya.
"Saya belum dapat informasi terkait itu (Mobil Bripka ED)," ungkap Kapolres Banyuasin, AKBP Ferly Rosa Putra, Selasa (19/12/2023).
1. Bripka ED bertugas di Polsek Muara Padang Banyuasin

Ferly mengakui jika anggota polisi tersebut merupakan bawahannya yang bertugas di Polsek Muara Padang. Menurutnya, apa pun alasan yang dilakukan oleh Bripka ED dengan mengancam warga menggunakan pisau adalah sebuah pelanggaran.
"Mestinya jaga etika, jangan arogan. Karena itu secara internal akan kami proses tegas," jelas dia.
2. Bripka ED akan diproses secara hukum

Kasus ini juga mendapati perhatian dari Polda Sumsel yang menyayangkan ada anggota polisi bersikap arogan. Polda Sumsel mengklaim tidak akan menutup-nutupi kasus ini dan meminta yang bersangkutan diproses.
"Kalau memang dari hasil pemeriksaan oknum polri itu terbukti bersalah, silahkan untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," jelas dia.
3. Aksi koboi ED berawal dari senggolan mobil anaknya

Seorang anggota polisi viral di media sosial dan mendapat kecaman netizen karena mengeluarkan senjata tajam untuk mengancam pengemudi mobil.
Berawal dari senggolan antara mobil dikendarai anaknya yang membawa Toyota Fortuner pelat BG 99 ED dengan pengendara lain. Bripka ED datang setelah mendapat laporan dari anaknya.
Pelaku datang sambil membentak dan mengancam korban dengan senjata tajam. Kondisi itu membuat korban takut dan tidak bisa berbuat banyak.



















