Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Marapi di Sumbar Meletus Lagi
Ilustrasi aktivitas gunung (pinterest.com/padangkita.com)
  • Erupsi Gunung Marapi mencapai ketinggian kolom abu vulkanik 2.000 meter di atas puncak, rekor baru dari sebelumnya yang hanya 1.500 meter
  • Erupsi dipicu oleh tekanan dan pasokan magma dari kedalaman, terindikasi dari grafik deformasi tiltmeter dan aktivitas gempa Tektonik Lokal dan Vulkanik Dalam
  • Aktivitas letusan akan menghasilkan endapan material letusan berukuran abu, lapili, hingga batu vulkanik, serta potensi lahar dan banjir lahar di musim hujan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis kejadian erupsi Gunung Marapi, Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (30/5/2024).

Dalam catatan Pos Pengamat Gunung Api Marapi, erupsi ini terjadi pada pukul 13.04 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30.4 milimeter dengan durasi sekitar 2 menit 2 detik.

Kolom abu vulkanik teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak. Berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Dalam catatan, ketinggian kolom abu ini merupakan rekor baru jika dibandingkan dengan sebelumnya yang berkisar di angka 1.500 meter dari pusat erupsi. Bahkan, erupsi ini dibarengi dengan dentuman yang terdengar sampai dengan pos Pengamatan Gunungapi Marapi di Bukittinggi.

"Untuk lontaran material letusan, diperkirakan jatuh disekitar area puncak Marapi," kata Muhammad Wafid, Kamis (30/5/2024).

1. Lontaran material letusan diperkirakan jatuh di sekitar puncak marapi.

Instagram

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid dalam keterangan resminya menyebut bahwa erupsi kali ini diperkirakan dipicu oleh adanya tekanan dan pasokan magma dari kedalaman.

Hal ini kata Wafid, terindikasi dari grafik deformasi tiltmeter (sumbu tangensial) yang mengalami inflasi (penggembungan) pada tubuh gunungapi dan terekamnya gempa Tektonik Lokal (TL) dan Vulkanik Dalam (VA) dengan jumlah yang signifikan pada tanggal 26 Mei 2024 (40 kali gempa TL dan 3 kali VA).

2. Menghasilkan endapan material vulkanik

ilustrasi abu vulkanik (dok. Yandex)

Wafid menjelaskan, aktivitas letusan ini akan menghasilkan endapan material letusan berukuran abu, lapili, hingga batu atau bom vulkanik di daerah puncak dan lereng Marapi.

Apabila bercampur dengan air hujan kata Wafid, endapan material vulkanik tersebut dapat menjadi lahar yang akan mengalir ke daerah dengan elevasi yang lebih rendah dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi. Oleh karena itu masyarakat harus selalu mewaspadai potensi atau ancaman bahaya dari lahar maupun banjir lahar.

"Berdasarkan evaluasi data-data pemantauan, secara umum aktivitas Marapi cenderung menurun namun bersifat fluktuatif dan belum menunjukkan konsistensi kestabilan. Oleh karena itu potensi erupsi/letusan masih dapat terjadi," ujarnya.

3. Masih level siaga

Erupsi Marapi. Doc IDN Times

Meski demikian, Wafid menegaskan jika status Gunung Marapi sampai saat ini masih berada pada level III alias siaga dengan rekomendasi tetap sama diantaranya, dilarang mendekati radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi, mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article