Indomobil eMotor Bidik Pasar Sumsel, Perluas Jaringan Penjualan

- Indomobil eMotor memperluas pasar kendaraan listrik ke Sumatra Selatan dengan menjadikan Palembang sebagai wilayah strategis karena potensi ekonomi dari sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan.
- Perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 300 showroom di seluruh Indonesia untuk memperkuat jaringan penjualan dan layanan purnajual, termasuk ekspansi ke Kabupaten Banyuasin.
- Kenaikan harga BBM mendorong minat masyarakat terhadap motor listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan; Indomobil eMotor merespons dengan meluncurkan model baru QT dan QT Pro pada 2026.
Palembang, IDN Times - PT Indomobil eMotor Internasional memperluas pasar kendaraan listrik di Sumatra Selatan dengan menjadikan Palembang sebagai salah satu wilayah strategis pengembangan bisnis.
Perusahaan menilai aktivitas ekonomi yang ditopang oleh sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan membuka peluang meningkatnya penggunaan motor listrik di daerah tersebut.
"Palembang merupakan pasar yang sangat potensial. Aktivitas ekonomi di sektor perkebunan dan pertambangan berkembang pesat sehingga kebutuhan kendaraan juga tinggi. Penjualan motor listrik di Palembang pun didominasi oleh pembelian secara cash," ungkap CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Irawan, Rabu (8/7/2026).
1. Target bangun 300 showroom

Untuk mendukung pengembangan pasar tersebut, Indomobil eMotor berencana memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual di berbagai daerah. Saat ini perusahaan telah memiliki sekitar 155 jaringan di Indonesia dan menargetkan jumlahnya bertambah menjadi sekitar 300 showroom, termasuk memperluas layanan di Kabupaten Banyuasin.
Menurut Pius, perluasan jaringan menjadi strategi perusahaan untuk mendekatkan layanan kepada konsumen di tengah pertumbuhan industri kendaraan listrik.
"Kami justru terus menambah jaringan ketika banyak pelaku industri mengurangi jaringan penjualannya. Target kami sekitar 300 showroom di Indonesia agar layanan kepada konsumen semakin dekat," ujarnya.
2. Ekosistem kendaraan listrik yang lengkap jadi nilai jual

Pius mengatakan, Indomobil merupakan bagian dari Grup Indomobil yang telah berdiri sejak 1976 dan memiliki ekosistem otomotif yang lengkap, mulai dari manufaktur, suku cadang, pembiayaan, hingga layanan penyewaan kendaraan.
"Indomobil memiliki pengalaman panjang di industri otomotif Indonesia. Kami tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga didukung oleh ekosistem yang lengkap, mulai dari pabrik, sparepart, rental hingga pembiayaan. Kami melayani berbagai segmen mulai dari motor, mobil, truk hingga alat pertanian," jelasnya.
3. Mahalnya BBM jadi peluang memperluas jaringan kendaraan listrik

Menurut Pius, efisiensi biaya operasional menjadi salah satu alasan masyarakat mulai melirik motor listrik. Ia menilai kendaraan listrik menawarkan biaya pengisian energi yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan BBM serta menghasilkan emisi yang lebih rendah.
"Motor listrik lebih hemat, tidak perlu antre beli bensin, mampu menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer untuk beberapa tipe, dan tentunya lebih ramah lingkungan," katanya.
Sejak memasuki pasar motor listrik pada 2025, Indomobil eMotor telah menghadirkan tiga model, yakni Adora, Tyranno, dan Sprinto. Menurut Pius, masing-masing kendaraan dikembangkan untuk menyasar kebutuhan konsumen yang berbeda, mulai dari penggunaan harian, mobilitas di berbagai kondisi jalan, hingga segmen anak muda.
Pada 2026, perusahaan kembali meluncurkan dua model baru, QT dan QT Pro. Kehadiran kedua varian tersebut disebut sebagai upaya memperluas pilihan bagi konsumen, khususnya di segmen entry level. QT ditujukan sebagai model dasar, sedangkan QT Pro hadir dengan sejumlah fitur tambahan dan kapasitas jelajah yang lebih jauh dalam sekali pengisian daya.
Pius mengatakan penambahan lini produk tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, setiap model dikembangkan dengan karakteristik yang berbeda agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna di berbagai daerah.




















