Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Herman Deru: Mafia BBM Jadi Biang Antrean Solar di Sumsel

Herman Deru: Mafia BBM Jadi Biang Antrean Solar di Sumsel
Antrean di SPBU Sukabumi, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya Sih
  • Gubernur Sumsel Herman Deru menduga antrean panjang solar subsidi disebabkan praktik mafia BBM yang melibatkan oknum internal SPBU dan penyalahgunaan barcode.
  • Pemprov Sumsel telah berkoordinasi dengan BPH Migas setelah beberapa SPBU enggan menerima tambahan kuota akibat ulah sindikat yang mengatur distribusi solar subsidi.
  • Herman Deru meminta aparat menindak tegas jaringan mafia migas secara menyeluruh agar penyalahgunaan distribusi BBM subsidi dan antrean panjang tidak terus berulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menduga antrean panjang kendaraan yang mengisi solar subsidi di sejumlah SPBU bukan semata-mata disebabkan tingginya permintaan. Menurutnya, terdapat indikasi praktik mafia dan sindikat yang melibatkan oknum di internal SPBU hingga pelaku yang memanfaatkan banyak barcode untuk mendapatkan BBM subsidi.

"Ada indikasi itu, bahkan Polda sudah random (pengecekan secara acak) dan tentu tindakannya tidak bisa sporadis, harus menyeluruh," ungkap Herman Deru, Selasa (7/7/2026).

Table of Content

1. Ada SPBU enggan terima solar karena mafia

1. Ada SPBU enggan terima solar karena mafia

Ilustrasi pengisian BBM Solar di SPBU Rest Area KM 87 B Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Lampung, Rabu (20/12/2023). (IDN Times/Martin L Tobing).
Ilustrasi pengisian BBM Solar di SPBU Rest Area KM 87 B Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Lampung, Rabu (20/12/2023). (IDN Times/Martin L Tobing).

Deru mengungkapkan, antrean panjang solar subsidi di Sumatra Selatan diduga dari praktik mafia BBM. Menurutnya, praktik tersebut bahkan berdampak pada penyaluran solar subsidi, sehingga ada SPBU yang enggan menerima tambahan kuota.

Karena itu, Pemprov Sumsel telah berkoordinasi dengan BPH Migas untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. "Saya sudah berkoordinasi dengan BPH Migas terkait kuota, karena ada SPBU yang tidak mau menerima kuota subsidi akibat adanya mafia BBM di lapangan ini," bebernya.

2. Libatkan operator SPBU di Palembang

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru mengatakan, dugaan adanya oknum di SPBU terungkap saat rapat koordinasi bersama para bupati dan wali kota, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, Swarna Migas, serta Polda Sumsel yang membahas persoalan antrean solar subsidi di Sumsel.

"Persoalan ini klasik. Ada sindikat, baik internal SPBU masing-masing, operator punya barcode lima, ada yang tukang unjal, bahasa Palembang. Apa pun ini adalah persoalan yang harus ditangani polisi," jelasnya.

3. Jaringan mafia migas diminta ditangkap

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru berharap, aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan praktik mafia BBM tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, penanganan tidak cukup dilakukan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga harus menyasar jaringan yang diduga mengatur penyalahgunaan distribusi BBM subsidi agar persoalan antrean solar tidak terus berulang.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Sumatera Selatan

See More