Palembang, IDN Times - Stasiun Meterologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mewanti-wanti puncak kemarau akan terjadi pada September 2023. Fenomena ini dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang lebih masif, hingga berpotensi menimbulkan kabut asap ke Palembang.
Kekeringan dan karhutla yang semakin masif terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Asap yang dihasilkan akan bertiup ke arah Barat Daya dan Tenggara, serta berpotensi besar terbawa angin ke Palembang.
"Dari fenomena ini, kita harus lebih waspada agar kebakaran tidak lagi meluas," ungkap Kepala Stasiun Meterologi SMB II Palembang, Siswanto, Selasa (29/8/2023).
