Kantor KONI Sumsel (Dok: istimewa)
Dana hibah tersebut mengalami masalah akibat KONI Sumsel tak tuntas mengajukan proposal, dan tidak memenuhi kriteria serta persyaratan pengajuan. Akibat hal itu, seluruh staf dan karyawan belum menerima uang transportasi sejak Januari 2024 hingga sekarang.
"Hal itu nanti saja (wawancaranya), masih berproses (proposal), sabar," kata dia.
Tak hanya uang transportasi pegawai dan dana persiapan PON 2024 di Aceh yang berimbas, lumpuhnya anggaran KONI Sumsel juga berdampak pada tunggakan biaya perawatan kantor.
Tunggakan tersebut meliputi gaji pegawai, listrik, air, serta sejumlah urusan internal KONI lainnya. Padahal KONI Sumsel sebagai organisasi seharusnya bisa menerima dana dari sumber lain, dan tak hanya bergantung pada APBD Sumsel.
"Kalau soal itu (tunggakan), internal KONI, ya. KONI seharusnya ada sumber lain. Kalau dari mana (sumber lain) kita tidak tahu, kan ini organisasi, jadi internal mereka lah," jelas dia.