Banyuasin Jadi Wilayah Kedua Tertinggi Kasus COVID-19 di Sumsel

Palembang, IDN Times - Kabupaten Banyuasin menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 tertinggi kedua di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) sampai hari ini (7/7/2020). Banyuasin yang wilayahnya bersebelahan dengan Kota Palembang, ditetapkan sebagai zona merah kasus COVID-19 dengan jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 176 kasus.
"Banyuasin sampai hari ini masih ditemukan kasus baru COVID-19, karena wilayahnya berdekatan dengan Palembang. Mobilitas masyarakatnya tinggi dan beraktivitas di wilayah Palembang," ungkap Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Sumsel, Yusri dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/7/2020).
1. Tunggu penilaian Pakar apakah perlu PSBB di Banyuasin

Penyebaran kasus COVID-19 di Banyuasin menurut Yusri, terjadi akibat transmisi lokal. Kondisi ini menyebabkan banyak warganya yang terjangkit virus corona. Namun kata Yusri, pihaknya masih menunggu penilaian tim pakar perlu terkait perlu atau tidaknya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Di sana (Banyuasin) sudah banyak yang terinfeksi. Keputusan PSBB menyesuaikan penilaian ahli Epidemiologi. Lalu keputusannya tergantung kepala daerah, mau atau tidak mengusulkan ke pusat," ujar Yusri.
2. Warga Banyuasin yang terpapar COVID-19 berobat ke Palembang
Sejauh ini, penanganan COVID-19 di Banyuasin tidak menemui kendala. Hal itu dikarenakan wilayah yang berdekatan dengan Palembang, sehingga masyarakat setempat banyak yang berobat dan ditangani tim medis di Palembang.
"Tidak ada kendala dalam penanganan COVID-19 di Banyuasin," beber dia.
3. Sebanyak enam persen kasus COVID-19 Sumsel merupakan tenaga medis

Sementara itu, Yusri mengatakan, pasien aktif yang terpapar COVID-19 di Sumsel saat ini berjumlah 1.026 orang. Total keseluruhan ada 2.356 kasus dengan data pasien sembuh dan meninggal sebanyak 1.330 orang.
Lalu untuk penambahan kasus positif terbaru hari ini (7/7/2020), masih didominasi oleh warga Palembang sebanyak 25 orang, Ogan Ilir tiga orang, Banyuasin satu orang, dan luar wilayah satu orang.
Kasus sembuh pun didominasi warga Palembang sebanyak 35 orang, dengan total pasien sembuh secara keseluruhan di Sumsel mencapai 1.218 orang. Sedangkan penambahan meninggal dunia terjadi di Palembang lima orang, yang membuat catatan meninggal dunia bertambah menjadi 112 orang.
"Dari seluruh kasus enam persennya adalah tenaga medis, rata-rata berusia 45 tahun ke atas," tutup dia



















