Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Cagub Sumsel Sepakat Pertahankan Sumsel Bebas Konflik SARA

Kota Palembang
3 Cagub Sumsel Sepakat Pertahankan Sumsel Bebas Konflik SARA
Debat perdana calon urut 1 HDCU, urut 2 ERA dan urut 3 Matahati (IDN Times/Rangga Erfizal)
Share Article

Palembang, IDN Times - Tiga calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra Mawardi Yahya, dan Herman Deru sepakat toleransi dan zero conflict harus dijaga bersama untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di Sumsel. Sebagai wilayah dengan penduduk beragam latar belakang suku dan agama Sumsel menjadi rumah besar bagi keberagaman.

"Penting menanamkan pendidikan sejak dini mengenai toleransi ke anak-anak. Mereka harus diajarkan soal perbedaan. Kita memang berbeda dan harus ada pendidikan untuk menghormati itu," ungkap Eddy menjawab pertanyaan panelis, Senin (28/10/2024).

Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) perlu menjadi perhatian pemimpin daerah. Perlu upaya mengingatkan toleransi harus dimulai dari saling menghormati dan mendukung antar umat beragama sehingga tidak ada konflik. "Forum seperti FKUB ini penting untuk mengambil solusi ketika terjadi perselisihan," jelas dia.

Eddy pun menceritakan pengalaman unik dirinya saat menjadi Wali Kota Palembang, dimana kerukunan umat bergama diklain terjaga dengan baik. Saat itu, ada masjid yang dibangun di lingkungan Vihara 10 Ulu atau Klenteng Kwan Im.

"Saat saya menjabat Wali Kota Palembang, ada masjid namanya Al Ghazali dibangun kawan-kawan Klenteng 10 Ulu. Kawan-kawan muslim menjaga Vihara. Vihara memberikan rezeki kepada masyarakat sekitar," jelas dia.

Menanggapi pertanyaan yang ditujukan ke Eddy Santana, calon gubernur nomor urut 1 Herman Deru dan calon gubernur nomor urut 3 Mawardi Yahya sepakat dengan jawaban yang diberikan Eddy. Keduanya mengamini pendidikan usia dini harus dibangun untuk memupuk rasa toleransi sejak dini.

"Kami telah berkomitmen untuk menciptakan Sumsel aman dan harmonis. Pembangunan tanpa konflik adalah pondasi untuk menciptakan masa depan Sumsel lebih baik," ujar Herman Deru.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More