Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sudah 3 Hari TPA Sukawinatan Palembang Kebakaran, Asap Hitam Mengepul

Sudah 3 Hari TPA Sukawinatan Palembang Kebakaran, Asap Hitam Mengepul
Lahan TPA Sukawinatan Palembang kebakaran (IDN Times/Istimewa)

Palembang, IDN Times - Petugas pemadam kebakaran bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang masih berupaya memadamkan api di lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan hingga Senin (14/8/2023). Kebakaran terjadi sudah tiga hari atau sejak Sabtu (12/8/2023).

"Kebakaran lahan di TPA Sukawinatan terjadi sejak Jumat malam. Api sempat padam Sabtu, namun muncul lagi dan makin membesar pada Senin," ujar Sekretaris DLH Palembang, Haris Satria.

1. Pemadaman melibatkan Manggala Agni

Lahan TPA Sukawinatan Palembang (IDN Times/Istimewa)
Lahan TPA Sukawinatan Palembang (IDN Times/Istimewa)

Pemadaman api di kawasan tersebut masih dilakukan DLH Palembang dibantu pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palembang. Hingga saat ini api terus membesar akibat angin kencang.

"Kami kembali melakukan pemadaman api yang melibatkan Manggala Agni BNPB sejak pagi hari," katanya.

2. Lahan di TPA Sukawinatan banyak terbakar

Lahan TPA Sukawinatan Palembang kebakaran (IDN Times/Istimewa)
Lahan TPA Sukawinatan Palembang kebakaran (IDN Times/Istimewa)

Haris mengatakan, kendala yang dihadapi petugas saat pemadaman adalah kekurangan sumber air di lokasi. Namun ia menyebut sudah banyak bantuan dari pihak lain khususnya Manggala Agni yang ikut membantu pemadaman.

"Kondisi lahan gambut terbakar karena kondisi cuaca yang panas, ditambah tumpukan sampah yang mengandung gas sehingga api cepat membesar," jelasnya.

3. DLH Palembang gali sungai dangkal cari sumber air terdekat

Lahan TPA Sukawinatan Palembang (IDN Times/Istimewa)
Lahan TPA Sukawinatan Palembang (IDN Times/Istimewa)

DLH Palembang terus mengupayakan tambahan air dari sumber terdekat dengan menggali lobang di sungai dangkal. Air dari lokasi kebakaran diharapkan melimpah untuk ditampung dalam tangki.

"Kami akan terus berupaya sampai api benar-benar padam. Api ini sudah muncul karena jumlah titiknya banyak, ditambah cuaca panas sehingga sampah mengering membuat api hidup dan membesar. Jika api masih belum bisa dipadamkan, kami akan menggunakan water bombing melakukan pemadaman lewat udara," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Deryardli Tiarhendi
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Gali Lubang, Pekerja di Palembang Temukan Kerangka Dibungkus Kain

07 Apr 2026, 19:27 WIBNews