Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gunung Dempo Kembali Erupsi, Pendakian Disetop

Gunung Dempo Kembali Erupsi, Pendakian Disetop
Gunung Api Dempo erupsi terekam dalam cctv pos Gunung Dempo. (Dok. PVMBG)
Intinya Sih

  • Gunung Api Dempo di Pagar Alam erupsi pada 7 April 2026 pukul 01.36 WIB, memuntahkan abu setinggi 2.500 meter dan status aktivitas tetap di Level II Waspada.
  • PVMBG mencatat kolom abu tebal berwarna kelabu condong ke timur dengan amplitudo seismik maksimum 30 mm, disertai hujan abu tipis sejauh hampir lima kilometer dari puncak.
  • KPH Wilayah X Dempo menghentikan seluruh pendakian tanpa batas waktu dan mengevakuasi pendaki yang masih di atas gunung demi keselamatan dari potensi lontaran serta gas vulkanik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pagar Alam, IDN Times -‎ Gunung Api Dempo di Kota Pagar Alam kembali erupsi pada Selasa (7/4/2026) sekira pukul 01.36 WIB. Situasi ini membuat segala aktivitas termasuk pendakian harus dihentikan hingga batas waktu belum ditentukan.

Letusan itu memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 2.500 meter (m) di atas puncak, atau mencapai lebih kurang 5.673 meter di atas permukaan laut. Suhu udara sekitar 17-28 derajat celcius dan berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Api Dempo masih berada di Level II (Waspada).

1. Laporan PVMBG menyebutkan kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal

Gunung Api Dempo erupsi terekam dalam cctv pos Gunung Dempo. (Dok. PVMBG)
Gunung Api Dempo erupsi terekam dalam cctv pos Gunung Dempo. (Dok. PVMBG)

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 2 menit 56 detik. Hujan abu tipis juga dilaporkan terjadi di sisi timur pada jarak sekitar 4,7 kilometer dari puncak.

Dalam periode pemantauan 23 Maret hingga 6 April 2026, aktivitas kegempaan Gunung Dempo tercatat terdiri dari satu kali gempa Low Frequency (LF), dua kali gempa Vulkanik Dalam (VA), satu kali gempa Tektonik Lokal (TL), serta 15 kali gempa Tektonik Jauh (TJ). Selain itu, terdeteksi tremor menerus dengan amplitudo dominan 0,5 mm.

2. Aktivitas pendakian dihentikan sementara hingga batas waktu tak ditentukan

Gunung Dempo di Pagar Alam. (IDN Times/dokumen)
Gunung Dempo di Pagar Alam. (IDN Times/dokumen)

Menyikapi peristiwa kejadian tersebut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo langsung melakukan mitigasi dengan menghentikan sementara aktivitas pendakian ke puncak Gunung Api Dempo.

Kepala KPH Wilayah X Dempo, Hery Mulyono menegaskan, masyarakat mulai dari pengunjung maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dan bermalam di dekat pusat aktivitas . Terutama di area kawah Marapi, dalam radius 1 Km serta arah bukaan kawah sejauh 2 km ke sektor utara karena berpotensi terkena lontaran akibat erupsi freatik dan potensi gas-gas vulkanik yang membahayakan kehidupan.

"Begitu juga dengan aktivitas pendakian, kami hentikan dalam batas waktu yang tidak ditentukan, atau sambil menunggu informasi selanjutnya," tegasnya.

3. Para pendaki yang masih berada di atas gunung segera dievakuasi

Gunung Dempo di Sumatra Selatan. (IDN Times/Deriardli Tiarhendi)
Gunung Dempo di Sumatra Selatan. (IDN Times/Deriardli Tiarhendi)

Hery menambahkan, pihaknya juga sudah membatalkan rencana pendakian yang baru setelah aktivitas gunung meningkat. "Sementara yang masih berada di atas, diminta segera turun dengan koordinasi bersama tim di lapangan atau Brigade," katanya.

Dempo merupakan gunung api aktif yang berada di wilayah Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumsel. Gunung ini merupakan gunung api tipe strato yang memiliki ketinggian 3.173 meter di atas permukaan laut. Aktivitas Gunung Dempo saat ini berada di Kawah Marapi.

Karakter erupsi Gunung Dempo adalah tipe freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More