Ekspor Karet Sumsel Tetap Tertinggi Meski Nilai Turun

- Karet tetap jadi komoditas ekspor utama Sumsel dengan kontribusi 29 persen meski nilainya turun 23,46 persen pada Januari–Februari 2026.
- Pulp dari kayu mencatat pertumbuhan positif 4,01 persen dan menjadi penyumbang ekspor terbesar kedua setelah karet dengan kontribusi 28,63 persen.
- Total nilai ekspor Sumsel turun 34,61 persen secara tahunan akibat melemahnya sektor nonmigas, terutama bahan bakar mineral dan batu bara.
Palembang, IDN Times - Komoditas karet Sumatra Selatan masih eksis di pasar ekspor. Meski secara kumulatif ekspor mengalami penurunan untuk seluruh komoditas, karet tercatat menyumbang nilai ekspor tertinggi sebesar 29 persen pada Januari-Februari 2026.
"Eksistensi karet di pasar ekspor masih jadi penyumbang. Walaupun periode awal tahun nilainya turun 23,46 persen dari 270 juta dolar AS menjadi 206 juta dolar AS," ujar Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto, Senin (6/4/2026).
1. Pengiriman Pulp masih tinggi setelah karet

Selain karet yang masih mendominasi angka ekspor di Sumsel, komoditas lain seperti pulp dari kayu juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan pertumbuhan 4,01 persen dari 196,21 juta dolar AS menjadi 204,08 juta dolar AS.
"Pulp berada di posisi kedua (setelah karet) yang berkontribusi terhadap ekspor senilai 28,63 persen," kata dia.
2. Nilai ekspor bahan bakar mineral turun tajam

Kemudian, berdasarkan nilai ekspor yang mengalami penurunan cukup tajam, yakni dari komoditas bahan bakar mineral. Komoditas ini turun 60,42 persen dari 493,49 juta dolar AS menjadi 195,31 juta dolar AS.
"Padahal pangsa pasarnya di angka 27,40 persen, cukup tinggi. Memang ekspor ini sangat dipengaruhi harga dan permintaan dunia," jelasnya.
3. Pengiriman batu bara Sumsel relatif menurun

Wahyu menganalisis bahwa saat ini, selain bahan bakar mineral, penurunan ekspor juga terlihat dari permintaan minim untuk pengiriman batu bara. Komoditas ini relatif mengalami penurunan dan sementara pemerintah masih mencoba untuk melakukan diversifikasi.
"Jadi walaupun permintaan luar turun, harapannya bisa untuk pasokan domestik," kata dia.
4. Ekspor Sumsel turun 34 persen secara akumulatif

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, secara akumulasi, nilai ekspor keseluruhan dari berbagai komoditas unggul sepanjang Januari-Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Total nilai ekspor Sumsel hingga Februari 2026 tercatat sebesar 777,73 juta dolar AS atau turun 34,61 persen secara year-on-year (yoy).
“Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya ekspor sektor nonmigas, khususnya komoditas pertambangan dan bahan bakar mineral," jelas Wahyu.



















