Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wilayah Rawan Banjir di Palembang Capai 5 Hektare
Jalan Rawa Jaya di Palembang banjir akibat hujan (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Luas kawasan rawan banjir di Palembang menurun dari 6.800 hektare pada 2025 menjadi sekitar 5.150 hektare pada 2026, menunjukkan hasil evaluasi dan perbaikan drainase yang mulai efektif.
  • Pemkot Palembang memprioritaskan pengerukan sedimen dan pelebaran drainase di titik-titik utama seperti Kasnariansyah dan Bendung untuk memperlancar aliran air saat hujan deras.
  • Pemerintah menyiapkan proyek pengendalian banjir besar dengan dukungan Kementerian PUPR dan World Bank, termasuk optimalisasi pompa Sekip Bendung serta perluasan kolam retensi di Simpang Polda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Palembang melaporkan luas kawasan rawan banjir kini mencapai sekitar 5 hektare, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 6.800 hektare.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran Pemerintah Kota Palembang dan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum serta pembiayaan dari World Bank.
  • Where?
    Kawasan terdampak berada di wilayah Kota Palembang, termasuk Kasnariansyah, Sekip Bendung, Simpang Polda, Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 8 April 2026, dengan proyek pengendalian banjir direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026.
  • Why?
    Banjir masih menjadi masalah utama akibat drainase yang belum optimal dan penumpukan sampah yang menghambat aliran air di sejumlah titik kota.
  • How?
    Pemkot melakukan pengerukan sedimen, pelebaran drainase, optimalisasi pompa air, perluasan kolam retensi, serta penambahan alat berat untuk mempercepat normalisasi saluran air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Palembang ada banjir yang bikin air tergenang di banyak tempat, tapi sekarang daerah banjirnya sudah lebih kecil dari dulu. Pak Wali Kota Ratu Dewa bilang pemerintah mau bersihin saluran air dan gali lumpur biar air cepat mengalir. Mereka juga mau pasang pompa baru dan buat kolam besar supaya air nggak numpuk lagi saat hujan deras.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Banjir masih menjadi masalah dan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Palembang yang harus diselesaikan. Selain sampah yang disebut sebagai salah satu faktor pemicu banjir, sebenarnya infrastruktur dan drainase kota pun harus diperbaiki agar tata ruang lebih optimal.

Berdasarkan data yang disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, kawasan rawan banjir tercatat seluas lebih dari 5 hektare. Namun, kata dia, luas tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan 2025.

"Secara data, luas kawasan terdampak banjir turun. Pada 2025, area genangan mencapai 6.800 hektare, sedangkan sekarang menurun sekitar 5.150 hektare, ujarnya, Rabu (8/4/2026).

1. Pemkot petakan titik prioritas rawan banjir untuk ditindaklanjuti

Potret Palembang banjir (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kondisi kawasan rawan banjir yang menurun, lanjut Dewa, merupakan keberhasilan pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi. Hasil pemantauan pascabanjir menunjukkan, beberapa daerah mengalami genangan air yang surut.

Kemudian, sebagian lain di sejumlah kawasan tertentu masih memerlukan penanganan cepat. Yakni di titik-titik utama yang selama ini rutin terdampak saat intensitas hujan tinggi.

Menurutnya, dari delapan titik yang terdata, genangan terdalam terjadi di kawasan Kasnariansyah. Sementara, wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) berada di Kawasan Bendung. Dewa menyampaikan, Pemkot Palembang segera melakukan pengerukan sedimen dan pelebaran drainase agar aliran air lebih lancar di titik-titik rawan banjir dan air tergenang.

“Permasalahan banjir ini menjadi perhatian utama. Kita sudah petakan titik-titik prioritas dan akan dilakukan langkah teknis secepatnya,” kata dia.

2. Rencanakan perluasan kolam retensi untuk mengurangi titik genangan air

Potret Palembang banjir (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang, kata Dewa, juga menyiapkan proyek pengendalian banjir berskala besar melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dengan pembiayaan dari World Bank.

Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap lelang untuk optimalisasi sistem pompanisasi di wilayah Sekip Bendung. Selama ini, dari 6 pompa yang tersedia, hanya 2 hingga 3 unit yang dapat bekerja maksimal saat debit air meningkat.

Termasuk perluasan kolam retensi di kawasan Simpang Polda dan lahan milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumsel yang direncanakan akan dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas kolam retensi setelah kantor terkait dipindahkan.

“Jika proyek ini berjalan sesuai target, genangan di kawasan Bendung hingga wilayah Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning dapat berkurang signifikan,” jelas dia.

3. Persiapkan sarana alat berat untuk pengerukan sampah di daerah aliran yang tersumbat

Ilustrasi titik kotabPalembang saat banjir (IDN Times/Dok. Kominfo Palembang)

Lebih lanjut, katanya, untuk memperkuat upaya normalisasi saluran air, Pemkot juga akan menambah sejumlah alat berat dan armada operasional pada 2026.

Sarana yang disiapkan meliputi dua unit ekskavator amfibi mini, satu ekskavator long arm, standar, mini spider, 10 dump truck, satu mobil penyedot lumpur, floating trash collector, dua mini self loader dan lima motor roda tiga.

"Penambahan alat untuk mempercepat pengerukan drainase, pembersihan sedimen, serta pengangkutan sampah yang jadi penyebab aliran air tersumbat. Saya ingin ada langkah konkret dari Kadis PUPR yang baru. Kadis harus banyak ke lapangan, jangan terlalu banyak di meja kerja,” jelas dia.

Editorial Team