Enggan Tanggung Jawab Karena Hamil Jadi Motif Pembunuhan di Ogan Ilir

- Polisi Ogan Ilir mengungkap pembunuhan Yusnaini dilakukan oleh Sandio alias Dino karena pelaku enggan bertanggung jawab setelah mengetahui korban hamil.
- Tersangka meracuni korban hingga tak sadarkan diri, lalu menggantung tubuhnya untuk merekayasa kematian agar terlihat seperti bunuh diri.
- Awalnya diduga bunuh diri, namun polisi menemukan kejanggalan di TKP seperti hilangnya motor dan ponsel korban sehingga kasus berkembang jadi penyelidikan pembunuhan.
Ogan Ilir, IDN Times -Polisi mengungkap motif pembunuhan yang terjadi di Ogan Ilir. Satreskrim Polres Ogan Ilir menyatakan motif pembunuhan Yusnaini (29), juru masak pondok pesantren yang ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di Kecamatan Muara Kuang karena pelaku enggan bertanggung jawab. Pelaku Sandio alias Dino (18), nekat menghabisi nyawa korban karena tidak ingin bertanggung jawab setelah mengetahui korban hamil.
"Korban ini sedang hamil, lalu minta dinikahi. Namun, tersangka tidak mau bertanggungjawab," ungkap Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, Sabtu (13/6/2026).
1. Sebelum dibunuh korban diracun

Menurut Bagus, tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan korban. Tersangka kemudian mengajak korban bertemu dan meracuninya sebelum akhirnya menghilangkan nyawa korban.
"Setelah diracun, korban merasa pusing dan tak sadarkan diri," jelasnya.
2. Merekayasa cara kematian

Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku berupaya menghilangkan jejak kejahatannya dengan merekayasa kematian korban seolah-olah bunuh diri.
"Usai memastikan korban tak bernyawa, tersangka pun menggantung korban," katanya.
3. Polisi temukan kejanggalan saat evakuasi korban

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polsek Muara Kuang dan Satreskrim Polres Ogan Ilir berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Yusnani (29), perempuan yang ditemukan tewas tergantung di kebun karet Desa Tanjung Miring, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (11/6/2026).
Awalnya, kematian korban diduga akibat bunuh diri. Namun, polisi menemukan sejumlah kejanggalan saat olah tempat kejadian perkara sehingga kasus tersebut berkembang menjadi penyelidikan pembunuhan.
"Dalam olah TKP yang dilakukan polisi ditemukan banyak kejanggalan yang membuat polisi melakukan penyelidikan lebih dalam. Saat pemeriksaan juga diketahui sepeda motor dan telepon genggam milik korban tidak ditemukan di lokasi kejadian," ungkap Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, Jumat (12/6/2026).

















