Gubernur Klaim Ekonomi Sumsel Terjaga Meski Nilai Tukar Dolar Naik

- Gubernur Sumsel Herman Deru menilai pelemahan rupiah tidak sepenuhnya negatif karena sektor ekspor seperti karet justru mendapat keuntungan dari kenaikan nilai tukar dolar.
- Pemerintah daerah fokus menjaga daya beli masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan tidak terganggu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang.
- Herman Deru menyebut pertumbuhan ekonomi Sumsel masih di atas 5 persen dengan tren kemiskinan menurun, serta optimistis laju ekonomi tetap positif ke depan.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak selalu berdampak negatif bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, sejumlah sektor justru merasakan manfaat, terutama komoditas ekspor seperti karet.
"Sebab angka kenaikan nilai tukar dollar ini turut membuat sebagai masyarakat merasakan dampak positifnya seperti petani karet yang memperoleh harga jual lebih baik," ungkap Herman Deru, Sabtu (13/8/2026).
1. Jaga daya beli tidak drop

Meski demikian, Deru menegaskan pemerintah tetap menginginkan kondisi ekonomi yang stabil. Menurutnya, daya beli masyarakat harus tetap terjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.
"Tapi kita ingin secara umum tetap stabil. Artinya daya beli masyarakat ini tidak drop sehingga pertumbuhan ekonomi kita tetap terjaga," ujarnya.
2. Pertumbuhan ekonomi Sumsel masih di atas 5 persen

Deru menilai menjaga daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar mata uang. Menurutnya dengan daya beli tetap kuat, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Kalau kita mengacu data statistik, pertumbuhan ekonomi baik-baik saja dan tumbuh di atas 5 persen. Angka kemiskinan juga trennya menurun," ujarnya.
3. Optimis pertumbuhan ekonomi akan positif

Deru optimistis perekonomian Sumsel tetap mampu tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, stabilitas daya beli masyarakat dan kinerja sektor unggulan daerah akan menjadi faktor penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi ke depan.

















