Antre Pertalite Sulit, Tarif Travel Palembang-Muba Naik Rp150 Ribu

Tarif bisa kembali naik jika pasokan Pertalite semakin sulit diperoleh
Sopir terpaksa gunakan pertamax untuk kejar waktu perjalanan
Pasokan BBM subsidi harus kembali normal agar tidak membebani tarif perjalanan
Musi Banyuasin, IDN Times - Dampak Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax kini dirasakan oleh pelaku usaha transportasi travel di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumsel. Sejumlah driver travel mengaku akan menyesuaikan tarif keberangkatan akibat naiknya harga BBM dan keterbatasan pasokan Pertalite di SPBU.
Sulitnya mendapat BBM subsidi jenis pertalite apalagi harus masuk antrean panjang mulai dikeluhkan para driver. Panjangnya antrean sudah mengganggu waktu tempuh perjalanan. Untuk kejar target, mereka terpaksa mengisi Pertamax yang harganya kini Rp16.650 per liter.
1. Tarif bisa kembali naik jika pasokan Pertalite semakin sulit diperoleh

Tedy Boy, driver Sekayu-Palembang atau sebaliknya menyebut tarif saat ini masih berada di kisaran Rp100 ribu per penumpang. Namun ia tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan jika kondisi BBM terus berlanjut.
"Kalau isi Pertalite masih segitu, tapi kalau nanti terpaksa pakai Pertamax bisa saja naik. Kami belum berani pastikan, tapi kemungkinan ada penyesuaian," ujarnya.
Sementara itu, Satria Travel rute Bayung Lencir–Palembang saat ini mematok tarif Rp120 ribu tanpa antar alamat, dan Rp150 ribu dengan layanan antar jemput. Ia mengaku tarif bisa kembali naik jika pasokan Pertalite semakin sulit diperoleh.
"Kalau Pertalite kosong, bisa naik sampai 180 ribu bahkan 200 ribu, jarak Bayung Lencir Muba-Palembang ini cukup jauh. Sekarang ini masih pakai Pertalite jadi masih harga standar," ungkapnya.
2. Sopir terpaksa gunakan pertamax untuk kejar waktu perjalanan

Wadi, salah satu driver travel di wilayah Sanga Desa, Muba, mengatakan terpaksa beralih menggunakan Pertamax karena antrean Pertalite di SPBU kerap panjang bahkan kosong. Kondisi itu dinilai mengganggu waktu tempuh perjalanan.
"Kalau kami pakai Pertalite antreannya terlalu panjang, jadi tidak bisa kejar waktu. Makanya kami pakai pertamax meskipun harga sudah naik," ucapnya .
Menurutnya, untuk rute Ngulak-Palembang tarif saat ini berkisar Rp150 ribu per orang. Sementara untuk rute Ngulak-Sekayu, Babat-Sekayu dipatok sekitar Rp80 ribu per orang.
"Terpaksa kita lakukan kenaikan harga ongkos karena menyesuaikan dengan harga minyak dak kebutuhan pokok lainnya," jelasnya.
3. Pasokan BBM subsidi harus kembali normal agar tidak membebani tarif perjalanan

Agen travel Kukasimura (KS) juga berencana akan menyesuaikan tarif pada Senin (15/6/2026) mendatang. Namun sampai besok (Minggu) tarif masih Rp100 ribu untuk rute Palembang-Sekayu) ataupun sebaliknya.
"Mungkin Senin naik jadi 120 ribu. Kalau jemput atau antar hingga Seberang Ulu tambah 30 ribu," ujar admin KS saat dikonfirmasi.
Para pelaku usaha berharap pasokan BBM bersubsidi kembali normal sehingga aktivitas transportasi umum dapat berjalan lancar tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan tarif angkutan.

















