Warga Sekayu Keluhkan Bau Asap, DLH Sebut Udara Masih Kategori Sedang

Bau asap pembakaran lahan mulai tercium sejak beberapa hari terakhir dan sangat mengganggu, terutama saat beraktivitas di luar rumah
Berdasarkan hasil pemantauan ISPU, kualitas udara di Kabupaten Muba masih berada pada kategori sedang atau masih dapat diterima
Saat ini potensi kemudahan terjadinya karhutla sangat mudah (very high) pada lapisan atas permukaan tanah
Musi Banyuasin, IDN Times – Tingginya angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat sebagian besar masyarakat tidak nyaman karena asap. Setiap hari, warga di Sekayu mengeluhkan bau asap yang tercium menjelang sore hingga malam hari.
Kondisi ini diperparah oleh banyaknya semak bekas pembakaran yang terbang terbawa angin dan mengotori rumah warga. Aroma asap tersebut mengganggu aktivitas luar ruangan dan kini sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.
1. Bau asap pembakaran tercium mulai sore hingga malam hari

Salah satu warga Sekayu, Fajeri, mengatakan bau asap akibat kebakaran lahan mulai tercium sejak beberapa hari terakhir dan sangat mengganggu, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
"Aroma asap lebih terasa pada sore hari, tapi tidak ada kabutnya. Mungkin ini efek sisa kebakaran lahan yang terbawa angin. Sudah hampir sepekan ini, dan paling terasa saat sore menjelang malam,"ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Siti, warga Teladan. Rumahnya yang berada di dekat lahan tidur setiap saat dipenuhi dengan sampah hitam sisa pembakaran hutan yang melayang masuk sampai ke dalam rumah.
"Di teras rumah paling kelihatan, debu hitam bekas pembakaran yang penuh membuat kotor. Makanya tidak mau lama-lama buka pintu rumah, takutnya masuk dan terhirup oleh anak," jelasnya.
2. ISPU kualitas udara di Muba hingga masih berada pada kategori sedang

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba, Okta Rizal, mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara di Kabupaten Muba hingga Selasa (4/8/2026) masih berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 60, sehingga secara umum masih aman bagi masyarakat.
"Kemungkinan bau asap yang dirasakan masyarakat berasal dari sisa kebakaran lahan yang terbawa angin. Namun, berdasarkan hasil pemantauan ISPU, kualitas udara di Kabupaten Muba masih berada pada kategori sedang atau masih dapat diterima. Meski begitu, kami tetap mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila bau asap terasa cukup pekat," ujarnya.
3. Potensi terjadinya karhutla sangat mudah pada lapisan atas permukaan tanah

Sementara itu, hasil patroli udara dan darat di Kabupaten Muba pada Selasa (4/8/2026) menunjukkan ada 4 titik karhutla dan 25 titik hotspot. Saat ini potensi kemudahan terjadinya karhutla sangat tinggi (very high) pada lapisan atas permukaan tanah.
Tim Manggala Agni Daops Sum-XV/Muba masih berjibaku melakukan pemadaman darat di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, dan Dusun V Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir. Pemadaman juga dibantu oleh helikopter waterbombing dari stakeholder, TNI, Polri, KPH, BPBD Muba, RPK Sinar Mas dan masyarakat sekitar.

















