Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Meluas di Sumsel, Ini 3 Fakta Terbaru Penanganan Titik Api

Kota Palembang
Karhutla Meluas di Sumsel, Ini 3 Fakta Terbaru Penanganan Titik Api
Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)
Intinya Sih
  • Karhutla di Sumsel meluas, OKI menjadi wilayah penanganan terbanyak; kebakaran sekitar 10 ha dan 4 ha berhasil dipadamkan, sementara dua titik lain masih menyisakan panas.

  • Pemadaman terkendala dominasi lahan gambut, akses sulit, sumber air terbatas, dan angin kencang yang mempercepat api menjalar serta membuat bara tetap menyala di bawah permukaan.

  • Kebakaran juga ditangani di Muara Enim, Banyuasin, dan Ogan Ilir; titik di Ogan Ilir seluas sekitar 1,5 ha telah padam, sedangkan beberapa lokasi masih dipantau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan mencatat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) semakin meluas di Sumsel. Sejumlah titik kebakaran masih menjadi fokus pemadaman akibat kondisi kekeringan lahan dan sulitnya bara api dipadamkan.

Berikut tiga fakta terbaru perkembangan penanganan karhutla di Sumsel.

1. OKI masih menjadi wilayah dengan titik kebakaran terbanyak

Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman
Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan penanganan karhutla paling banyak pada hari ini. Tim Manggala Agni berhasil memadamkan kebakaran di Kecamatan Tanjung Lubuk dengan estimasi luas sekitar 10 hektare (ha) dan di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, seluas sekitar 4 ha.

Sementara itu, dua lokasi lainnya masih membutuhkan penanganan lanjutan, yakni di Lebak Pancur Kedaton, Kayuagung, dengan estimasi luas terbakar sekitar 8 hektare serta di Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam sekitar 6 hektare. Kedua lokasi tersebut masih menyisakan titik panas sehingga pemadaman akan dilanjutkan pada hari ini.

"Kondisi harian ini memperlihatkan semakin meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian kebakaran di Sumsel," ungkap Kabalai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, Selasa (4/8/2026).

2. Lahan gambut, angin kencang, dan minimnya sumber air menjadi tantangan

Ilustrasi karhutla api membakar lahan
Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Manggala Agni menyebut proses pemadaman di sejumlah lokasi tidak berjalan mudah. Sebagian besar titik kebakaran berada di lahan gambut yang memiliki bahan bakar alami melimpah sehingga api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah.

Selain itu, akses menuju lokasi yang sulit, terbatasnya sumber air, serta angin kencang pada siang hari membuat kobaran api lebih cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.

"Lokasi yang terbakar didominasi lahan gambut dengan bahan bakaran yang melimpah. Di sejumlah titik kami juga menghadapi kendala akses, sumber air yang mulai sulit, serta angin kencang yang menyebabkan api cepat menjalar," jelasnya.

3. Kebakaran juga terjadi di Muara Enim, Banyuasin, dan Ogan Ilir

Ilustrasi pemadaman karhutla
Ilustrasi pemadaman karhutla (Dok: Manggala Agni)

Selain OKI, kebakaran juga ditangani di wilayah kerja Daops Lahat dan Daops Banyuasin. Di Desa Sukajaya, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, kebakaran dengan estimasi luas sekitar 2,5 hektare masih memerlukan pemadaman lanjutan.

Tim Manggala Agni juga membantu penanganan kebakaran di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, sementara luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan.

Sementara di Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, kebakaran yang merupakan perluasan dari titik api sehari sebelumnya berhasil dipadamkan dengan estimasi luas sekitar 1,5 hektare Adapun perkembangan penanganan di Sematang Borang, Kota Palembang, dan Karang Agung, Kabupaten Musi Banyuasin, masih menunggu pembaruan laporan dari petugas di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More