Kabupaten Muba dan OKI Jadi Episentrum Karhutla Sumsel

- Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak di Sumatra Selatan, dengan total 102 kejadian hingga awal Agustus 2026.
- Sebanyak 10 kabupaten dan kota berstatus zona merah karhutla; Ogan Ilir mencatat 95 kejadian, Banyuasin 91, PALI 79, dan Muara Enim 62 kejadian.
- BPBD Sumsel mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar serta segera melaporkan titik kebakaran agar penanganan dini mencegah api meluas.
Palembang, IDN Times - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak di Sumatra Selatan (Sumsel). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat hingga awal Agustus 2026, terdapat 102 kejadian kebakaran di kedua wilayah.
"Untuk sementara, jumlah kejadian karhutla terbanyak ada di Muba dan OKI," ungkap Kabid Penanganan Darurat, BPBD Sumsel Sudirman, Selasa (4/8/2026).
1. Sepuluh daerah berstatus zona merah

Sudirman menjelaskan, ancaman karhutla di sejumlah daerah kini meningkat. Sebanyak 10 kabupaten dan kota berstatus zona merah karena tingginya frekuensi kejadian kebakaran.
"Status zona merah kini bertambah menjadi 10 darerah, setelah kejadian karhutla di OKU Timur menjad 34 kejadian," jelasnya.
2. Daerah dengan kejadian karhutla terbanyak

Selain Muba dan OKI yang berada di posisi teratas, Ogan Ilir menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak berikutnya, yakni 95 kejadian. Disusul Banyuasin sebanyak 91 kejadian, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 79 kejadian, Muara Enim 62 kejadian, Kota Palembang 38 kejadian, Musi Rawas Utara (Muratara) 37 kejadian, OKU Timur 34 kejadian, dan Kabupaten OKU 33 kejadian.
Sementara dua daerah masih berada pada kategori zona oranye atau mencatat 15 hingga 30 kejadian karhutla, yakni Kota Prabumulih dengan 25 kejadian dan Kabupaten Musi Rawas sebanyak 20 kejadian.
Adapun lima daerah lainnya masih berada di zona kuning, karena jumlah kejadian belum mencapai 15 kasus. Rinciannya, Kabupaten Lahat delapan kejadian, Empat Lawang lima kejadian, OKU Selatan empat kejadian, Kota Lubuklinggau dua kejadian, serta Kota Pagar Alam satu kejadian.
"Data per kemarin, jumlah kejadian karhutla masih tinggi. Jika sebelumnya 37 kejadian karhutla, kemarin 36 kejadian," jelasnya.
3. Masyarakat diminta melapor jika ada kebakaran

BPBD Sumsel kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan mencegah api meluas.
"Kita mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," bebernya.
















