Tips Aman Simpan Emas saat Mudik Lebaran, Bisa Titip di Pegadaian

- Pegadaian menawarkan layanan titip emas di seluruh cabang Sumbagsel agar masyarakat bisa mudik Lebaran tanpa khawatir meninggalkan emas di rumah.
- Layanan titip emas dapat digunakan oleh nasabah baru maupun lama dengan jangka waktu fleksibel 6–12 bulan dan bisa diambil sebelum jatuh tempo.
- Sebelum menitipkan, masyarakat wajib memastikan emas asli melalui tes magnet, uji tenggelam, verifikasi nomor batangan, atau uji asam nitrat untuk menghindari emas palsu.
Palembang, IDN Times - Mudik merupakan momen paling spesial saat Lebaran tiba. Selain membawa pakaian serta oleh-oleh, terkadang pemudik pun sengaja membawa emas ketika pulang kampung karena khawatir meninggalkannya di rumah.
Namun tak perlu takut, bagi kalian yang ingin mudik ada solusi aman menyimpan emas saat lebaran tiba. Yakni, memanfaatkan layanan titip emas di Kantor Pegadaian daerah masing-masing lho!
1. Layanan titip emas bikin mudik tanpa waswas

Menurut Pimpinan Pegadaian Wilayah III Palembang, Novryandi, layanan titip emas di Pegadaian bisa menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin mudik tanpa rasa waswas.
“Layanan titipan emas tersedia di seluruh kantor cabang Sumbagsel, bisa untuk menyimpan emas batangan maupun perhiasan dengan aman dan mudah dijangkau,” ujarnya.
2. Layanan titip emas bikin mudik lebih tenang

Dia menyampaikan, layanan titip emas dari Pegadaian dapat dimanfaatkan baik oleh nasabah lama maupun baru. Masyarakat bisa memilih jangka waktu penitipan mulai dari 6 hingga 12 bulan.
Ia melanjutkan, nasabah juga memiliki fleksibilitas untuk mengambil kembali emasnya sebelum jatuh tempo jika dibutuhkan. Lebih lanjut, kata Novriyandi, layanan ini hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama mudik Lebaran.
"Masyarakat tidak perlu khawatir meninggalkan emas di rumah saat mudik," jelas dia.
3. Cara memastikan kondisi emas asli

Namun, hal penting yang perlu diperhatikan saat menitipkan emas adalah masyarakat harus memastikan emas merupakan emas asli dan bukan palsu. Sebab, Pegadaian tidak menerima penitipan emas mainan atau bukan kadar murni.
Beberapa langkah mudah untuk mengecek apakah emas asli atau tidak meliputi tes magnet, uji tenggelamkan emas, cek nomor verifikasi emas untuk jenis batangan, dan pengecekan melalui uji asam nitrat.
Tes magnet dan uji tenggelamkan emas merupakan salah satu cara paling umum dan sering digunakan untuk mengetahui apakah emas yang ada benar-benar asli dan bukan barang palsu. Sebab, emas asli tidak memiliki sifat magnetis sehingga tidak akan tertarik oleh magnet.
Kemudian, untuk pengecekan emas batangan, cara membedakan emas asli dan palsu adalah melalui pemeriksaan visual serta verifikasi nomor khusus pada emas tersebut. Biasanya logam mulia atau emas batangan memiliki nomor tersendiri. Dalam kebanyakan situasi, item emas akan memiliki stempel atau juga dikenal sebagai ciri khas yang menunjukkan persentase emas yang dikandungnya.
Lalu, tes keaslian emas yang terakhir bisa dilakukan dengan uji asam nitrat, namun harus dengan batasan. Dalam uji asam nitrat, keaslian emas didasarkan pada warna yang dihasilkan. Cara mengujinya, tempatkan emas di atas piring stainless steel. Jangan lupa memakai kacamata pelindung karena tes ini dapat menghasilkan asap.
Selanjutnya, tinggalkan beberapa tetes asam nitrat pada emas dan lihat hasilnya. Jika logam menjadi hijau, itu adalah logam tidak mulia. Namun, jika berubah menjadi emas, itu adalah kuningan berlapis emas.
















