Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Respons Unsri Soal Hapus Jurusan yang Tak Relavan dengan Industri

Respons Unsri Soal Hapus Jurusan yang Tak Relavan dengan Industri
Rektor Unsri Taufik Marwa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak

  • Kemdiktisaintek berencana menghapus jurusan yang dianggap tidak relevan dengan industri, dan Unsri menyatakan akan menyesuaikan secara dinamis sesuai regulasi serta kebutuhan zaman.
  • Unsri membatasi penerimaan mahasiswa baru di beberapa jurusan, terutama FISIP, bukan karena ketidakrelevanan, tetapi karena keterbatasan jumlah dosen dibandingkan rasio mahasiswa.
  • Rektor Unsri menegaskan belum ada jurusan yang dianggap tidak relevan dengan industri, namun kampus terus melakukan evaluasi kurikulum secara berkala agar tetap sesuai kebutuhan kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merencanakan penghapusan jurusan yang dianggap tak relevan dalam industri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Salah satunya adalah bidang ilmu sosial dan pendidikan.

Menanggapi hal itu, Universitas Sriwijaya (Unsri) tak menutup kemungkinan untuk mengikuti kebijakan secara dinamis. Namun secara realita, penutupan ataupun penambahan tiap program studi, jurusan dan fakultas yang ada di kampus tidak bisa langsung direalisasikan secara teknis. Sebab butuh dasar dan regulasi yang sesuai dengan perkembangan.

"Namanya pendidikan tinggi, itu (rencana hapus jurusan tak relevan) dinamis. Jadi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Jadi memang, kita diarahkan ke situ (penataan ulang jurusan) agar mengikuti tagline kementerian dan juga visi-visi kementerian," ujar Rektor Unsri, Profesor Taufik Marwa, Senin (25/5/2026).

1. Unsri berusaha lulusan dapat peluang sesuai kebutuhan

Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan tujuan Kemdiktisaintek dalam menata dan mengatur ulang jurusan yang dianggap tak relevan dengan dunia industri sebenarnya berdampak positif. Tujuannya, agar lulusan perguruan tinggi bisa sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Tetapi selain dari rencana penghapusan jurusan, fokus perguruan tinggi adalah membangun serta menciptakan lulusan masing-masing agar dapat bermanfaat di dunia kerja.

"Poinnya adalah bahwa diharapkan perguruan tinggi itu berdampak. Artinya, perusahaan bisa mengambil alumni terbaik dari masing-masing perguruan tinggi, termasuk juga Universitas Sriwijaya. Kampus berusaha agar para alumninya sesuai dengan kebutuhan," kata dia.

2. Unsri kini batasi penerimaan mahasiswa baru

Suasana di kampus Unsri Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Suasana di kampus Unsri Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menyoal apakah Unsri akan menghapus program studi atau jurusan yang dianggap tak relevan dengan industri, sementara pihak kampus masih fokus pada penerimaan mahasiswa baru, termasuk jalur mandiri.

Tetapi berdasarkan informasi terkini, Unsri telah membatasi penerimaan mahasiswa baru di beberapa jurusan. Salah satunya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Alasan pembatasan dilakukan bukan karena tak relevan. Tetapi karena jumlah tenaga pengajar atau dosen yang tak sebanding dengan jumlah serta rasio mahasiswa yang mendaftar.

3. Dalam dunia perguruan tinggi bisa mengalami perubahan

Universitas Sriwijaya
Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Namun, secara umum, lanjut Taufik, sejauh ini Universitas Sriwijaya belum merasa ada jurusan yang tidak sejalan dengan kebutuhan industri. Kampus yakin mahasiswa lulusan perguruan tinggi negeri bisa memberikan peluang kerja yang lebih baik.

"Sampai saat ini kita masih belum (penghapusan jurusan). Kita merasakan saat ini masih dengan kode yang ada. Kita bisa melayani. Kita bisa memiliki kebutuhan," jelas dia.

Taufik optimistis, dalam dunia pendidikan setiap tahun bahkan tiap semester di lingkungan kampus menghasilkan pembelajaran maupun kurikulum terbaik. Sebab Unsri selalu melakukan evaluasi terhadap lulusan-lulusan mahasiswa.

"Kita berusaha (tidak menghapus); kita tidak bisa juga langsung bicara, oh ini (jurusan) relevan, oh ini tidak ya. Memang di dalam pendidikan tinggi itu, secara garis besar, bisa berubah. Evaluasi tiap 8 semester, tiap 4 tahun. Kita bisa disesuaikan tiap semester," kata Taufik.

Share Article
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More